oleh

Begini Penjelasan Soal Penyesuaian Tarif Tol Tangerang-Merak

LENSAPENA – Tol Tangerang-Merak telah melakukan penyesuaian tarif tol pada 12 Februari 2020, mulai pukul 00:00 WIB, dalam kesempatan sosialisasi penyesuaian tersebut Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti, Krist Ade Sudiyono menyampaikan penjelasan yang melatarbelakangi hal tersebut serta upaya peningkatan layanan yang telah dilakukan ASTRA Tol Tangerang-Merak selaku badan usaha jalan tol adalah:

Latar belakang

Pembangunan infrastruktur Indonesia memerlukan sinergitas semua unsur anak bangsa.

Kebutuhan infrastruktur yang tinggi dan profile anggaran negara yg terbatas, membutuhkan partisipasi swasta. Salah satu model partisipasi swasta di penyediaan infrastruktur publik adalah model Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dan secara khusus di sektor jalan tol dituangkan dalam model konsesi dan perjanjian pengusahaan jalan tol.

Diatur dalam UU 38/2004 tentang jalan dan PP 15/2005

Hal ini untuk menarik dan memberi kepastian usaha melalui pengembalian investasi dan tingkat keuntungan yang wajar bagi para investor jalan tol, setiap 2 tahun sekali dilakukan penyesuaian tarif tol berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan inflasi. Dengan demikian penyesuaian tarif ini selain dimaksudkan untuk memenuhi kelayakan investasi yang diperjanjikan, melakukan pemeliharaan dalam upaya memberikan layanan optimal, adalah kegiatan rutin yang akan berlangsung setiap dua tahun.

Sistem Operasi Jalan Tol Tangerang-Merak

Jalan tol Tangerang-Merak sepanjang 72,45km, dikelola oleh ASTRA Tol Tangerang-Merak dalam 2 sistem operasi, yaitu:

Sistem integrasi terbuka jaringan Tol Jakarta-Tangerang, Segmen Simpang Susun Tomang-Tangerang Barat-Cikupa

 Sistem ini telah disesuaikan tarifnya pada tanggal 2 November 2019, sesuai KepMen PUPR no 874/KPTS/M/2019, tanggal 20 September 2019 dimana Gol 1: Rp7500; Gol 2 & 3: Rp11.500, Gol 4 & 5: Rp15.000; dari sebelumnya Gol 1 Rp7.000; Gol 2 Rp9.500, Gol 3 Rp12.000; Gol 4 Rp16.000; Gol 5 Rp20.000 yang sudah berjalan sejak 9 April 2017.

Sistem tertutup, untuk Segmen Cikupa-Merak

Sesuai KepMen PUPR No 20/KPTS/M/2020 tanggal 4 Februari 2020, telah diberlakukan penyesuaian tarif per kilometernya tanggal 12 Februari 2020 pukul 00.00 WIB, dengan rincian sbb; Gol 1: dari Rp611 menjadi Rp655; Gol 2: dari Rp848 menjadi Rp1.028; Gol 3: dari Rp1.007 menjadi Rp1.028; Gol 4: dari Rp1.325 menjadi Rp1.329; Gol 5: dari Rp1.596 menjadi Rp1.329. Penyesuai tarif ini dilakukan terakhir kali pada tanggal 21 November 2017 berdasarkan KepMen PUPR No 896/KPTS/M/2017 (tanggal 13 November 2017).

Reklasifikasi Golongan dan Rasionalisasi Tarif Tol

Penyesuaian tarif tol kali ini juga dilakukan dengan melakulan penyederhanaan klasifikasi golongan tarif dari 5 golongan tarif menjadi 3 golongan tarif. Hal ini merupakan kontribusi pelaku usaha jalan tol untuk meningkatkan kompetisi nasional (national competitiveness) khususnya melalui penurunan biaya logistik. Tarif golongan kendaraan logistik dengan sumbu roda yang semakin banyak justru mengalami penurunan. Upaya ini juga dimaksudkan untuk memberi insentif kepada pelaku logistik dalam menyesuaikan kendaraannya supaya tidak mengalami kelebihan muatan kendaraan dan kelebihan dimensi atau overload overdimension (ODOL), yang umumnya banyak terjadi pada golongan 2 dan 3.

Peningkatan Pelayanan

Penyesuaian tarif ini memberikan ruang kepada badan usaha jalan tol untuk terus meningkatkan pelayananannya. Upaya yang telah dilakukan ASTRA Tol Tangerang-Merak dan akan terus dilakukan diantaranya:

Pembangunan dan pengoperasian Gerbang Tol Cikande

Pembangunan dan pengoperasian lajur ke-4 (Bitung-Cikupa-Balaraja Barat), lajur ke-3 (Balaraja Barat-Cikande), dan akan diteruskan program pembangunan pelebaran lajur ini sampai dengan Cilegon.

Penyempurnaan Simpang Susun Cikupa, dengan menambahkan akses on-ramp masuk ke Merak dan off-ramp keluar ke Pasar Kemis.

Pembangunan Simpang Susun Balaraja Timur

Revitalisasi jalan akses di Serang Timur, Serang Barat, Cilegon Timur dan Cilegon Barat Program lapis ulang aspal atau overlay dan pemeliharaan baik jalan maupun jembatan. Peningkatan manajemen trafik melalui penambahan titik kamera pantau berbasis surveillance system dan menuju layanan berbasis nir sentuh (free flow system).

Menanggapi hal tersebut, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) unsur Pemerintah Wakil dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Agita Widjayanto, ST, M.Sc menyampaikan bahwa keberadaan jalan tol mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah sekitar jalan tol. “Pembangunan infrastruktur di Indonesia perlu mendapat dukungan semua pihak, dan pihak swasta dalam hal ini menjalankan perannya untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, dan melalui penyesuaian tarif dapat menjamin keberlangsungan investasi untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Agita.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE