oleh

Geng Motor “Melehoy 913” Terorganisir Secara Acak dan Kerap Menyerang Warga

LENSAPENA – Kelompok geng motor Melehoy 913 yang mengakibatkan seorang warga Cempaka Putih tewas, diketahui tak jarang menyerang warga.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto dalam jumpa pers mengatakan, geng Melehoy 913 tidak merekrut anggotanya secara khusus.

Kelompok yang selalu membawa senjata tajam ini juga tidak terorganisasi dengan baik. Antar anggotanya hanya berkomunikasi melalui pesan WhatsApp.

“Perekrutannya pergaulan saja. Dengan komunikasi. Tidak ada organisasinya,” jelas Kombes Heru, Selasa 18 Februari 2020.

Heru menambahkan, target kebrutalan mereka juga terbilang acak. Selain klub motor yang ditemui di jalan, tak jarang mereka juga menyerang warga. Seperti yang dialami Alfi seorang pedagang pecel lele di Jalan Pramuka Sari I.

“Pria yang berniat melerai itu justru terkena tebasan senjata tajam hingga meninggal dunia,” tambahnya.

Heru mengatakan, pergerakan kelompok ini sudah dipantau sejak Jumat. Namun, mengetahui banyak polisi yang berpatroli, mereka urung turun aksi. Kesempatan mereka akhirnya datang ketika polisi selesai berjaga pada Minggu menjelang subuh.

“Indikasi kita pantau tiap malam libur mereka melakukan aksinya,” kata Heru.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 7 dari 20 anggota geng motor itu berhasil dicokok polisi. Mereka berinisial DJ alias A, SP alias P, RM alias I, AN alias O, MO alias G, AY alias B, dan AS alias R.

Diketahui, ada dua laporan yang masuk ke polisi terkait aksi mereka. Pertama di Jalan Pramuka Sari I sekitar pukul 04.30 WIB. Berselang 15 menit kemudian, mereka beraksi di Jalan Cempaka Putih Raya. Hingga kini, Polisi masih mengejar anggota Melehoy 913 lainnya.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update