oleh

Kompleks Mustika Banjir Warga Ancam Demo Pabrik Baru di Sampingnya

LENSAPENA– Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang pada Senin 3 Februari 2020 mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah berjuluk kota seribu pabrik tersebut. Salah satunya adalah Kompleks Perumahan Mustika Tigarksa.

Pantauan lensapena.id sejak pukul 10:00 WIB, banjir mengenangi jalan serta masuk ke rumah-rumah warga di RT 08 kompleks perumahan itu. Diduga, banjir akibat berkurangnya resapan air akibat pembanguan sebuah pabrik di samping perumahan tersebut. Sehingga, pada saat hujan lebat seperti yang terjadi pada Senin 3 Fabruari 2020, air yang harusnya masuk ke dalam resapan, luber ke jalan dan rumah-rumah warga.

“Baru kali ini di wilayah RT 08 terjadi banjir,” ujar Mohamad, Ketua RT 08 kepada lensapena.id.

Menurut Mohamad, hal ini disebabkan olah tempat yang sebelumnya merupakan resapan air dibangun pabrik. Ia juga mengatakan, sebelum proses pembagunan pabrik tersebut sudah ada kesepakatan jika pihak perusahaan itu berjanji akan membuatkan resapan air. Namun hingga datangnya musim hujan, apa yang dijanjikan gak kunjung terealisasi.

“Makanya, kalau tidak segera dibuatkan resapan air, akan kita demo nanti. Karena, ini jadi banjir begini. Bari sekarang ini di RT 08 banjir gara-gara pabrik. Pas tahun baru kemari juga sama seperti ini,” tandasnya.

Begitu pun dengan apa yang diucapkan Mukhlis, yang juga warga Kompleks Mustika Tigaraksa. Banjie di wilaya RT 08 ini diduga akibat tempat yang sebelumnya rendah dan menjadi tempat penampung air jika hujan lebat ditimbun dan dibangun pabrik.

“Ya air yang tadinya larj kesitu, sekarang masuk ke kompleks, karena kan sudah jadi pabrik,” katanya.

Mukhlis juga mengakui bahwa Kompleks Mustika dulu dikenal sebagai kompleks langganan banjir. Namun setelah Sungai Cimanceri yang melintas di kompleks tersebut dinormalisasi serta dibuatkan tanggul, suda tidak banjir lagi. Dan, untuk banjir yang dulunya sering terjadi di kompleks tersebut berada di kompleks bagian dalam, tidak sampai ke wilayah RT 08.

“Kalau sekarang ya di RT 08, karena sudah tidak ada resapan air lagi,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update