oleh

Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Bermodus Petugas PLN dan PAM Gadungan

LENSAPENA – Polres Metro Jakarta Pusat menangkap empat pencuri yang beraksi di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Empat orang itu melakukan pencurian di sebuah rumah dengan modus mengaku sebagai pegawai Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya.

“Modusnya berpura-pura menjadi pegawai PLN dan PAM. Kemudian menggedor pintu, korbannya keluar diajak ngobrol,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto, Jumat 14 Februari 2020.

Heru menambahkan, beberapa dari tersangka berpura-pura mengukur meteran air dan listrik dari rumah korbannya. Selagi perhatian korban teralihkan, salah satu tersangka akan menerobos masuk ke dalam rumah.

Tersangka akan mencari kamar utama korban dan mencari barang berharga di dalamnya berbekal sebuah obeng sambung untuk mencongkel laci dan lemari.

“Mereka sedapatnya saja. Di dalam lemari dapatnya Rp 8 juta diambil, ada jam tangan diambil jam tangan. Tapi hitungannya dia hanya menit. Jadi tidak mencari lebih daripada yang ada di situ. Dapat, dia keluar,” tambah Heru.

Masih dikatakanya, saat beraksi di Kampung Bali, mereka membawa kabur uang ringgit setara Rp 10 juta dari kamar korban.

Saat mendapat laporan kasus tersebut, polisi kemudian mencari keberadaan para tersangka.

Pada Selasa pekan lalu, polisi menemukan salah satu tersangka berinisial J di sebuah apartemen di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Saat ditangkap, J mengakui perbuatannya. Ia memberi tahu identitas teman-temannya yakni S, M, RA dan I.

S, M, dan RA telah ditahan di rumah tahanan Polres Metro Jakarta Pusat sementara I masih dalam pencarian.

“Para tersangka kita jerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” katanya.

Sementara, Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Pusat AKP Yuan Irsyadi menjelaskan, empat Petugas PLN gadungan yang ditangkap oleh pihaknya berinisial J, S, M dan RA sudah meraup keuntungan ratusan juta rupiah. Pasalnya, keempat pelaku sudah beraksi sejak tahun 2019 lalu.

Setiap kali beraksi, keempat pelaku selalu membagi rata hasil kejahatannya. Uangnya pun digunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari.

“Paling besar ketua kepompok si J. Kalau dapatnya Rp 10 juta ya dibagi-bagi,” jelas dia

Salah satu korban dari keempat pelaku bernama Iqbal (65) mengapresiasi kinerja Polres Metro Jakarta Pusat. Pasalnya, ketika pencurian itu terjadi di rumahnya hanya ada sang ibu berusia 90 tahun.

“Pada hari Minggu pagi ibu saya tinggal sendiri itu sekitar bulan Desember 2019. Tapi tiap hari ada anaknya yang nemenin,” tegas dia.

Ia berharap para pelaku dijerat dengan pasal yang berat supaya memberikan efek jera dan tidak lagi mengulangi perbuatannya.

“Kami terima kasih kepada Polres Metro Jakarta Pusat. Mudah-mudahan kejadian di rumah kami ga terjadi ditempat lain karena modusnya memang ngaku sebagau Petugas PLN dan mencari rumah kosong atau yang isinya lansia,” tandasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

News Update