oleh

Benarkah Sayur Lodeh Sebagai Lambang Tolak Bala?

LENSAPENA- Bagi sebagian masyarakat di Indonesia, terutama orang Jawa, sayur lodeh bukanlah sesuatu yang asing. Karena sayur yang satu ini hampir dijumpai hampir setiap hari. Sayur lodeh adalah makanan sayur yang berkuah santan dan terdiri dari bermacam sayuran.

Di balik rasanya yang lezat, serta cara pembuatannya yang mudah dan sederhana, ternyata sayur lodeh diyakini memiliki khasit dan makna yang sangat luar biasa. Untuk itu, bagi masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta, sayur lodeh kerap disajikan dalam acara selamatan. Sayur lodeh dihidangkan karena dilambangkan sebagai tolak bala.

Sayur lodeh sebagai tolak bala, ini tidak terlepas dari 12 komponen sayuran yang terdapat dalam sayur tersebut; yaitu labu kuning, kacang panjang, kluwih, terong, daun so, kulit mlinjo, labu siam, pepaya muda, nangka muda, kobis, kecambah kedelai, dan sayur bayung.

Menurut kepercayaan orang Jawa, angka 12 dari jumlah komponen dan jenis sayuran tersebut, dapat dijumlah sebagai 1+2 yang menghasilkan angka 3. Angka ini dalam filosofi Jawa berarti upaya meraih kehidupan masyarakat yang dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kuasa.

Sedangkan komponen pokok sayur lodeh yaitu labu kuning yang dalam bahasa Jawa disebut waluh memiliki arti wal (lepas) dan luh (air mata). Hal inidimaksudkan untuk membebaskan manusia dari tetes air mata, peluh atau penderitaan. Santan sayur kelapa hijau biasa digunakan oleh masyarakat tradisional untuk penawar racun. Santan dalam sayur ini juga menjadi simbol penawar racun duniawi. Karena kemewahan dunia justru bisa menjadi racun.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update