oleh

Cara Unik Warga Pasar Kemis Residence Memutus Mata Rantai Wabah COVID-19

LENSAPENA – Dalam memutus mata rantai penyebaran wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), beragam cara dilakukan oleh masyarakat. Mulai dari beramai-ramai membeli masker, berburu hand sanitizer, hingga melakukan eksperimen mengikuti informasi yang beredar, baik di media sosial maupun media mainstream.

Begitu pun ketika banyak yang melakukan penyemprotan disinfektan, tak sedikit pula yang mengikuti tanpa melihat efek samping yang bisa ditimbulkan dari senyawa kimia yang bersifat toksik dan memiliki kemampuan membunuh mikro organisme tersebut. Dengan keyakinan bahwa virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut ‘mampus, tidak berkembang dan mewabah dari manusia satu ke manusia lainnya.

Sementara, di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk melakukan ‘social distancing atau psyical distancing’, minim. Masih banyak ditemukan masyarakat yang berkumpul tanpa memperhitungkan risiko bahwa virus atau bakteri yang sudah merangsek di lebih dari 100 negara tersebut berpotensi menyebar lewat interaksi fisik yang mereka lakukan.

Bahkan, ketika pemerintah memberikan imbauan untuk tidak melakukan bepergian keluar kota dan tempat-tempat keramaian tanpa keperluan yang sangat mendesak, atau mengumpulkan massa dalam bentuk kegiatan atau hajatan, masih ada saja ada yang bandel.

Hal ini pula yang memicu keprihatinan warga Kompleks Perumahan Pasar Kemis Residence, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Dari situlah, untuk memutus mata rantai berkembangnya virus yang hingga saat ini belum ditemukan faksin dan obatnya tersebut, lebih mengedepankan gotong royong, membangun kekompakan dan kesadaran mereka.

“Pertama, kami bersama-sama dengan warga kompak untuk mensterilkan warga dari luar kompleks yang masuk wilayah perumahan kami. Selebihnya, kita memberlakukan ‘social distancing dan physical distancing’, jaga jarak aman,” ujar Ketua RW 20 kompleks perumahan tersebut, Kiswanto, Senin 30 Maret 2020.

Dalam hal ini, pengurus RW dan warga setempat membuat bilik penyemprotan yang dilengkapi dengan blower dipasang di pintu gerbang masuk kompleks perumahan. Siapa pun yang masuk perumahan Pasar Kemis Residence ini, wajib disemprot di dalam bilik tersebut.

“Kita tidak menggunakan disinfektan, tapi menggunakan air dengan ramuan herbal alami, seperti daun sirih, batang sereh, daun pandan, dan garam kasar. Tim keamanan yang jaga menyalakan blower bilik penyemprotan setiap ada warga yang masuk kompleks perumahan, semua tidak terkecuali, termasuk yang membawa kendaraan motor dan mobil. Merka wajib turun disemprot di bilik untuk sterilisasi,” katanya.

Sebelumnya, kata Kiswanto, pihak pengurus RW juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh ke semua warganya satu persatu menggunakan ‘thermometer gun’. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakatnya.

“Kami juga mengimbau masyarakat sesuai dengan arahan pemerintah, termasuk protokol kesehatan yang dianjurkan oleh WHO dan para medis,” tandasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE