oleh

Empat Meninggal, Tangerang Menjadi Pusat Penyebaran COVID-19?

LENSAPENA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menyebutkan bahwa berdasarkan situs infocorona milik Provinsi Banten, pusat penyebaran COVID-19 berada di wilayah Tangerang Raya.

“Mengacu kepada situs Infocorona milik Pemprov Banten, pusat penyebaran COVID-19 berada di wilayah Tangerang Raya. Jumlah kasus terbanyak berada di Kabupaten Tangerang 16 orang, Kota Tangerang Selatan 16 orang, dan Kota Tangerang 12 orang,” ujar Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Tangerang, Kosrudin, Rabu 25 Maret 2020 malam.

Kosrudin juga mengungkapkan, dalam kasus ini, empat orang meninggal dunia.

“Sementara, empat orang meninggal dunia, tiga lainnya berasal dari Kota Tangsel dan satu dari Kabupaten Tangerang,” katanya.

Dikatakan pula, berdasarkan data kabupaten dan kota yang masih dipantau:

  1. Kabupaten Pandeglang sebanyak 94 orang
  2. Kabupaten Lebak 30 orang
  3. Kabupaten Tangerang 111 orang
  4. Kabupaten Serang 158 orang
  5. Kota Tangerang 186 orang
  6. Kota Cilegon 74 orang
  7. Kota Serang 34 orang
  8. Kota Tangerang Selatan 152 orang

Dalam mengantisipasi penyebaran virus yang disebut-sebut berasal dari Wuhan salah satu daerah di negara Tiongkok tersebut, BPBD terus melakukan penyemprotan disinfektan ke titik-titik rawan pandemi virus tersebut.

“Besok pagi jam 9:00 WIB rencananya BPBD akan melaksanakan penyemprotan disinfektan di sekitaran Sumarecon.
Rencana start dari Mc Donald. Akan disemprotkan sekitar 9000 liter atau mobil,” tandasnya.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar telah menetapkan Kabupaten Tangerang sebagai daerah tanggap darurat bencana wabah penyakit COVID-19.

Keputusan Bupati Tangerang soal wabah Corona itu tertuang dalam SK Bupati bernomor 440/ Kep 273/ huk 2020 tertanggal 23 Maret 2020.

Melalui release yang dikirim melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Tangerang Rabu 25 Maret 2020, Zaki mengatakan, berkaitan dengan tanggap darurat bencana wabah penyakit akibat Virus Corona itu tertuang dalam SK tertanggal 23 Maret 2020 dan memutuskan empat hal terkait darurat bencana tersebut, diantaranya: Satus tanggap darurat bencana wabah COVID-19 Kabupaten Tangerang terhitung mulai 23 Maret hingga 23 Mei 2020: Perpanjangan status tanggap darurat bencana wabah COVID-19 dapat dilakukan apabila situasi masih dalam kondisi rawan dan mengikuti kontinjensi penanggulangan bencana wabah COVID-19 tahun 2020: Biaya yang diperlukan untuk tanggap darurat bencana wabah penyakit COVID-19 dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah dan atau sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ya ng berlaku. Dan, Keputusan bupati ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE