oleh

Kapolri, Jenderal Polisi Idham Azis: Mari Bersatu, Kita Melawan COVID-19!

LENSAPENA – Kapolri, Jenderal Polisi Idham Azis menyerukan agar seluruh lapisan masyarakat bersama Pemerintah, Polri dan TNI, Bersatu Kita Melawan Corona Virus Disease (COVID-19). Seruan tersebut sebagai bentuk sinergitas stakeholder dengan pemerintah dan Polri memutus tali penularan COVID-19.

Kapolri, Jenderal Polisi Idham Azis, mengatakan bahwa Polri dalam memberi perlindungan kepada masyarakat sebagai hukum tertinggi. Sehingga mengajak Bersatu melawan COVID-19.

“Untuk menegakkan tidak bisa dengan bujuk rayu. Demi kemaslahatan masyarakat, agar terhindar dari Virus Corona, Maka Polri akan bertindak tegas membubarkan semua kegiatan yang sudah tertuang dalam Maklumat Kapolri bernomor Mak/2/III/2020,” ujar Kapolri, Minggu 29 Maret 2020 di Jakarta.

Kapolri menegaskan, apabila masyarakat tidak mau bekerjasama dan tidak mengindahkan imbauan aparat untuk tidak berkerumun, diancam sanksi pidana dengan pasal berlapis yaitu Pasal 212, 216, dan 218 KUHP hingga pasal 14 UU No. 4/1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan pasal 93 UU No 6/2018 Tentang Karantina Kesehatan

Sementara, Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan, Kapolda Banten telah menginstruksikan kepada seluruh Kapolres jajaran untuk melakukan langkah-langkah kepolisian, seperti terus melakukan sosialiasi dialogis maklumat Kapolri kepada seluruh Forkopimda, dan kepada elemen masyarakat.

Personil Polda Banten dan Polres kajaran, juga telah melakukan kegiatan bersih bersih Mako, lingkungan rumah, kantor serta melaksanakan penyemprotan disinfektan di ruang publik serta tempat-tempat ibadah seperti Mesjid, Mushola, dan Gereja.

Selain kedua kegiatan tersebut Edy menyatakan bahwa telah dilaksanakan kegiatan patroli pembubaran terhadap masyarakat yang tidak patuhi larangan berkumpul di muka publik. Adapun Tempat dan lokasi yang sempat Polisi bubarkan selama seminggu ini yaitu, cafe, rumah makan, tempat nongkrong, pangkalan, pasar, lomba burung, acara keagamaan yang banyak mengundang massa untuk berkumpul, serta pembubaran acara resepsi pesta pernikahan.

“Kegiatan pembubaran ini dilakukan dengan santun, dialogis, humanis namun tegas terukur. Hal Ini dilakukan demi kemaslahatan umat dan seluruh lapisan masyarakat agar bisa terhindar dari wabah serta memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update