oleh

Lapas Kelas 1 Tangerang Siap Produksi Masal Bilik Inspektan

LENSAPENA – Sejumlah warga binaan dididik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang membuat bilik disinfektan. Hal itu dilakukan guna mencegah paparan Virus Vorona atau COVID-19 masuk ke dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Jumadi, menjelaskan bahwa ide pembuatan bilik diisinfektan lahir dari instruksi Menteri Hukum dan Ham melalui telekonfrance yang meminta agar seluruh Lapas se-Indonesia membuat sesuatu alat untuk mencegah penularan COVID-19. Tidak perlu waktu lama, pihaknya segera merealisasikan instruksi tersebut.

“Senin kita lakukan pembahasan, sekarang kita eksekusi pembuatannya,” ucap Jumadi, Selasa 24 Maret 2020.

Menurut Jumadi, alasannya melibatkan warga binaan dalam proses pembuatan bilik disinfektan bertujuan untuk menambah keterampilan warga binaan selama menjalani masa hukuman. Walhasil, selesai menjalani hukuman warga binaan dapat segera berkontribusi bagi lingkungan.

“Dengan adanya alat ini (bilik disinfektan), Lapas Kelas I Tangerang menjadi yang ketiga se Indonesia setelah Rutan Surakarta dan Lapas Wonogiri yang telah terlebih dahulu menerapkan sistem bilik disinfektan,” katanya.

Jika ada permintaan pembuatan bilik disinfektan, pihaknya mengaku siap bersinergi memproduksi alat tersebut secara masal. Penerapkan sistem ‘social distancing’ dengan menempelkan garis pembatas warna merah juga telah diterapkan bagi pengunjung yang ingin membesuk warga binaan didalam lapas. Pengunjung juga diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk kedalam lapas.

Selain itu, untuk mencegah penularan COVI-19 kepada 2.526 warga binaan, pihaknya telah meniadakan sementara waktu kunjungan dan menggantinya dengan metode vidio call.

“Kami sudah buat bilik didalam. Warga binaan dapat berkomununikasi dengan pengunjung didampingi oleh petugas,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update