oleh

Paket Ratusan Selongsong Peluru Dikira Milik Jaringan Teroris, Ini Penjelasan Polisi!

LENSAPENA – Polisi memeriksa YM, yang merupakan anak Punk pemilik ratusan selongsong kaliber 7,62 mm berbentuk ikat pinggang dalam sebuah kiriman paket di Tabora, Jakarta Barat.

Dari hasil pemerksaan, sebanyak 191 buah selongsong peluru bekas tersebut dibelinya pada Jumat 6 Maret 2020 dari seseorang di akun Facebook ‘Gimbal Rebel Riot’. Setelah menjalani pemeriksaan Polisi menyatakan bahwa YM tidak terlibat tindak pidana UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang senjata api atau amunisi maupun tindak pidana lainnya. Rentengan bekas peluru tersebut ternyat merupakan asesoris atau lebih kepada fashion YM sebagai anak Punk.

Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manosoh, menelaskan, sejauh ini YM belum ditemuka ada motif memiliki atau menggunakan peluru kosong tersebut untuk melakukan kejahatan.

“Jadi, YM membeli hanya sebagai fashion atau asesoris anak punk, sebab selongsong peluru bekas ini kosong tanpa isian/mesiu, dan bukan golongan peluru atau amunisi,” ucap Kompol Ivdr Son saat di hubungi lensapena.id, Jumat 13 Maret 2020.

Selain itu, kata Iver, dari 1 ikat pinggang selonsong peluru tersebut YM membeli dengan harga Rp250 ribu dan dijual kembali seharga Rp700 ribu. Dari situ YM mendapat keuntungan sebesar Rp450 ribu.

“Selain dijadikan sebagai asesoris, YM memperjual belikan 3 ikat selongsong peluru tersebut kepada komunitas Anak Punk dan mendapat keuntungan senilai Rp1. 350 ribu dari harga jual satuan seharga Rp150 ribu,” sambungnya.

Untuk diketahui, YM dan RI diamankan Polisi lantaran dicurigai atas keterkaitan dengan jaringan teroris maupun kepemilikan senjata api dan peluru.

Berdasarkan informasi masyarakat pada Kamis 12 Maret 2020 jam 14:15 WIB, YM mencantumkan alamat tempat kerja isterinya berinisial RI di sebuah konveksi di wilayah Tambora untuk memesan paket berisi 126 buah selongsong dengan anak peluru kaliber 7,62 mm tanpa isian mesiu dan 65 buah selongsong peluru kaliber 7,62 mm tanpa anak peluru.

Selanjutnya, YM dan RI berikut barang bukti diamankan ke Polsek Tambora guna untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Alhasil, YM tidak terbukti terlibat dalam jaringan teroris maupun kepemilikan senjata api dan peluru. Sedangkan terkait Narkoba tidak ditemukan barang bukti, namun pemeriksaan urine YM hasilnya positif Ametapetamin (Sabu).

Saat ini Polisi masih melakukan pendalaman terhadap YM berikut sumber peredaran Narkoba yang digunakanya.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update