oleh

Pengrajin Peti Mati Khusus Jenazah Pasien COVID-19 Mulai Dapat Pesanan

LENSAPENA – Pengrajin peti mati di Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten, mulai kebanjiran pesanan pembuatan peti mati khusus jenazah pasien COVID-19. Terhitung sampai saat ini para pengerajin sudah memproduksi delapan peti mati, untuk rumah sakit di Kota Tangerang Selatan dan juga Kabupaten Tangerang.

Peti mati khusus tersebut memiliki perbedaan, yakni sesuai rekomendasi keamanan dari rumah sakit bahwa peti mati itu harus dilapisi aluminium foil dengan ketebalan 5 sampai 8 milimeter serta sejumlah lapisan lainnya.

Salah satu pengrajin peti mati, Saring Siswanto, menjelaskan, wabah COVID-19 yang sudah menyebabkan kematian membuat rumah sakit memutuskan untuk memesan dan menyetok peti mati khusus jenazah pasien COVID-19.

“Sebenarnya kalau bentuk petinya sama ya, cuma untuk dalemannya itu ada lapisan alumunium foil, kain putih dan plastik wrap,” jelasnya, Rabu 25 Maret 2020.

Saring mengatakan, selama tiga hari terakhir ia terus memproduksi peti mati tersebut, total sudah ada delapan peti mati yang sudah dibawa oleh RSUD Balaraja Kabupaten Tangerang dan rumah sakit di Kota Tangerang Selatan.

“Dari delapan peti mereka (rumah sakit) masing-masing nyetok empat peti, saat ini baru rumah sakit itu yang pesan. Mereka juga stok untuk kebutuhan di Banten, jadi di Serang sana kalau mau peti ngambilnya nanti di Balaraja,” ujarnya.

Menurut pria berusia 51 tahun itu, peti mati hasil produksi memiliki kualitas yang sama dengan standar peti mati untuk pengiriman jenazah melalui penerbangan, di mana peti mati itu harus kedap udara agar bau atau pun cairan yang dikeluarkan jenazah tidak tembus ke luar peti.

“Kaya ini kan nanti yang bawa peti matinya petugas ya, jadi pasti ke situ amannya (safety). Selain itu juga nanti peti matinya akan dibungkus lagi oleh plastik lagi,” katanya.

Saring menambahkan, per unit pihaknya menjual peti mati khusus tersebut sebesar Rp1,2 sampai Rp1,5 juta, dan harga tersebut disebutnya sudah murah karena seharusnya dia menjual per-unit seharga Rp2 juta.

“Dan, pembuatannya paling cepat itu satu hari satu peti,” ucap Saring.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE