oleh

Polemik Revitalisasi TIM, Ketua Dewan Minta Pemprov Duduk Bareng dengan Para Seniman

LENSAPENA – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR RI terkait Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini Jakarta Pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta supaya pemugaran tempat dihentikan sementara. Namun faktanya pengerjaan terus berlanjut hinga hari ini.

Kata ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, saat dikonfirmasi mengatakan, Moratorium mesti dilakukan sebelum PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pemegang proyek duduk bareng dengan para Seniman yang saat ini ngotot supaya revitalisasi dihentikan.

“Padahal seharusnya Jakpro berkomunikasi dengan seluruh Seniman, hingga mencapai kata sepakat semua TIM direvitalisasi,” kata Prasetio Edi, Selasa 03 Maret 2020.

Proyek Revitalisasi TIM yang terus berlanjut menurut Pras, merupakan bukti bahwa Pemprov DKI Jakarta tak menghormati hasil Rapat dengar pendapat dengan legislator Senayan yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.

“Saya sidak ke lapangan untuk lihat hasil RDP Komisi X dengan Gubernur apakah sudah ditindaklanjuti atau belum. Ternyata masih ada nih yang bekerja teman-teman Jakpro,” ucapnya.

Pras mengaku melakukan sidak secara mendadak pada Senin 2 Februari 2020 kemarin. Kenyataan di lapangan Jakpro masih mengerjakan proyek tersebut.

Dia meminta secara tegas kepada Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan sementara proyek tersebut sebelum ada kesepakatan dengan para Seniman.

“Moratorium dilakukan guna mencari jalan keluar atas polemik TIM ini bersama para Seniman yang menolak salah satunya soal pembangunan hotel bintang lima di dalam kawasan TIM,” tandasnya

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE