oleh

Waduh! Dampak Pandemi COVID-19, Omset Pedagang Buah Terjun Bebas

LENSAPENA – Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang sudah mulai mewabah di tanah air, menjadi pukulan berat bagi para pedagang buah di Kabupaten Tangerang. Omset menurun karena konsumen banyak yang takut terjangkit virus. Belum lagi barang dagangan yang harganya naik, mau tidak mau harus mengikuti irama, sehingga jumlah pembeli menjadi semakin berkurang.

Ditambah lagi imbauan dari pemerintah tentang tidak dibolehkannya orang untuk berkumpul menyelenggarakan acara hajatan dan lain sebagainya untuk mencegah penyebaran virus, secara oromatis pembeli buah juga bisa dihitung dengan jari.

Varian buah yang dijajakan pun menjadi sedikit, karena buah impor sudah distop. Seperti anggur misalnya, sejak virus yang disebut-sebut berasal dari Wuhan, Tiongkok, itu mewabah di Indonesia, buah ini langka. Begitu juga apel impor serta buah kiwi. Kalau pun sekarang ada, itu stok lama, dan sudah tidak bisa belanja lagi.

“Jauh! Turunnya drastis sembilan puluh persen. Karena, yang pertama pelanggan berkurang karena takut virus. Terus, harga juga mahal, dari sananya juga naik, mau enggak mau ya ikut naik. Barang juga paling hanya buah lokal, buah impor sudah distop, tidak ada lagi, tinggal sisa. Dan kalau pun ada, kita juga enggak berani jual, takut membawa virus,” ujar Mujahidin (45), salah seorang pedagang buah di Tigaraksa, Sabtu 28 Maret 2020.

Ia juga mengeluhkan, omset yang biasanya bisa mencapai Rp2,5 juta per-hari, sekarang untuk mendapatkan Rp600 ribu saja sulit. Pun demikian, ia tetap membuka lapaknya untuk menyambung hidup.

“Ya mau gimana lagi, yang penting bisa buat makan dulu sampai masalah virus ini selesai,” tandasnya.

Untuk tetap menjaga kebersihan barang dagangannya, Mujahidin mengaku, tidak banyak memagang barang dagangannya. Meskipun ia tidak ada sarung tangan, namun untuk menyortir buah yang akan dijual, tangannya dilapisi menggunakan kantong plastik.

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update