oleh

Sekolah Mau Tour Perpisahan ke Jogja? Ini Penegasan Kepala Dinas Pendidikan

LENSAPENA – Menyusul adanya keluhan wali murid salah satu sekolah swasta di Panongan soal rencana kegiatan tour perpisahan ke Jogja, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Saefullah, tegas tidak akan mentolelir sekolah yang seperti ini. Karena, di tengah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), semua siswa dianjurkan belajar di rumah, dan tidak diperbolehkan melakukan kegiatan keluar apalagi melibatkan banyak orang.

“Kalau memang begitu, kita tidak akan mentolelir. Karena kondisi pandemi COVID-19 seperti ini, tidak boleh ada kegiatan apa pun di sekolah, tour apalagi. Tapi kita akan croscek dulu, benar atau tidak!” Tegas Saefullah, Selasa 28 April 2020.

Saefullah juga akan menegur pihak sekolah, bahkan tidak segan-segan memberikan sanksi tegas jika ada sekolah yang tetap ngotot menggelar kegiatan perpisahan dalam bentuk apa pun dan menyalahi aturan PSBB.

Sementara itu, salah seorang wali murid yang mengeluh soal biaya tour sebesar Rp3juta atau Rp3,2 juta untuk SMP dan Rp4 jutaan untuk SMK di salah satu sekolah swasta di Panongan, Mama Diana, berharap, pihak sekolah segera membuat keputusan agar kegiatan tour perpisahan di Jogja tersebut dibatalkan. Karena, proses pendidikan untuk kelas IX dan kelas XII pun tinggal beberapa bulan, itu pun masih dalam kondisi pandemi COVID-19. Menurutnya, kegiatan tour perpisahan di Jogja tersebut juga sudah tidak memungkinkan waktunya.

“Lebih baik pihak sekolah segera bikin pernyataan kegiatan tour perpisahan di Jogja dibatalkan saja, dan uang yang sudah masuk dikembalikan ke wali murid. Kan bisa buat kebutuhan masuk ajaran baru, apalagi kondisi ekonomi juga kan seperti ini. Tour jalan-jalan juga sepertinya sudah enggak layak lah, apalagi kan kondisi ekonomi masyarakat sedang terpuruk,” keluhnya.

Salah seorang siswa kelas IX di sekolah tersebut yang tidak mau disebutkan namanya, mengaku, hingga saat ini belum ada informasi apakah rencana tour perpisahan ke Jogja ini digagalkan. Karena, sejak proses kegiatan belajar dialihkan belajar di rumah, belum ada informasi dari pihak sekolah soal tour.

“Katanya sih tetap mau diadakan, tapi enggak tahu kapan. Soalnya sampai sekarang juga belum diumumkan kalau enggak jadi,” katanya.

Soal rincian anggaran tour yang cukup fantastis ini, kata dia, untuk yang sudah membayar sejak awal bayarnya Rp3 juta, tapi kalau yang belakangan-belakangan ini, selisih Rp200 ribu, yaitu Rp3,2 juta.

“Kalau di kwitansi sih cuma ditulis biaya akhir tahun, tapi katanya untuk biaya tour sama wisuda itu,” tandasnya.

Untuk diketahui, kalender pendidikan tahun ajaran 2019-2020 hanya sampai bulan Juni 2020, sedangkan pandemi COVID-19 hingga saat ini belum diketahui kapan akan berakhir. Sementara, darurat COVID-19 di Kabupaten Tangerang masih sampai 31 Mei 2020, belum lagi jika PSBB diperpanjang. Lalu, jika tour perpisahan dan wisuda akan tetap dilaksanakan, apakah masih memungkinkan jika digelar pada tahun ajaran berikutnya?

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update