oleh

DPR Dorong Telkom Gratiskan Internet untuk Rakyat di Tengah COVID-19

LENSAPENA – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Anggota Komisi VI DPR RI bersama dengan Direktur PT. Telkom Indonesia dan Direktur Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara secara virtual di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) digelar, Selasa 5 Mei 2019.

Sebelum rapat dimulai, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ananta Wahana, menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya seniman campursari, Didi Prasetyo alias Didi Kempot.

Menurut Ananta yang juga salah seorang tokoh masyarakat Jawa di Banten, Didi Kempot adalah sosok seniman yang inspiratif, kreatif, dan banyak menghibur rakyat di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Pertama, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Didi Kempot yang banyak menghibur rakyat di tengah COVID-19,” ujar Ananta Wahana.

Ketika menyinggung soal PT. Telkom, Ananta meminta pemerintah dan PTĀ TelkomĀ untuk memberikan internet gratis pada masyarakat di tengah pendemi COVID-19.

“Belum ada terobosan dari negara untuk memberikan stimulus dalam hal paket data internet, baik untuk langganan di rumah maupun di telpon genggam. Sebagai contoh, penggunaan data internet di rumah-rumah kan pasti naik dengan adanya Stay-at-Home ini. Tetapi tidak ada pemberian insentif paket berlangganan dari PT Telkom dan anak usahanya, Telkomsel,” kata Ananta Wahana.

Lebih lanjut Ananta mengatakan, produk PT Telkom seperti Indihome sudah menjangkau 300 kota se-Indonesia, dengan pelanggan sampai 7 juta lebih. Demikian juga dengan TELKOMSEL yang jumlah pelanggannya jauh lebih banyak mencapai 167 juta pelanggan. Dari situlah, kata Ananta, perusahaan plat merah ini harus bisa memberikan layanan gratis kepada masyarakat di tengah masa sulit, pandemi COVID-19.

“Nah, dengan kondisi rakyat yang semakin berat, PT TELKOM coba dong memberikan layanan paket gratis untuk pelanggan-pelanggannya di masa sulit ini. Toh layanan seperti itu tidak akan sampai membuat PT Telkom merugi,” ujar Ananta.

Menurut Ananta, jika melihat laba keuntungan usaha PT Telkom saat ini, maka untuk menggratiskan internet bukan hal yang tak mungkin.

“Apa sebetulnya masalahnya agar kebijakan itu bisa diberikan untuk rakyat? Apakah koordinasi dengan instansi lain, atau apa?” Tanya Ananta.

PT Telkom merupakan salah satu BUMN Telkomunikasi yang terbesar di Indonesia. 

Selain itu, PT Telkom, kata Wakil rakyat Asal Dapil III Banten (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan) juga menjadi salah satu dari sedikit BUMN yang masih bisa memperoleh laba usaha di tengah pandemi COVID-19.

Bahkan, pada beberapa hari lalu, saham PT Telkom merangkak naik, hal itu dikarenakan meningkatnya penggunaan data internet selama masa Stay-at-Home.

“Laba usaha TELKOM ini kan sejak 2015 naik terus, dan ini hal yang bagus,” katanya.

Kendati laba PT Telkom semakin membaik, bebn hutang usahanya juga terus meningkat.

“Tetapi beban hutang usahanya juga meningkat terus tiap tahun, bahkan sampai di angka lebih dari 100 Trilliun Rupiah. Ini menjadikan Telkom sebagai salah satu dari 10 BUMN dengan beban hutang terbesar,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ananta juga meminta penjelasan direksi PT Telkom terkait dengan strategi mitigasi PT Telkom terhadap beban keuangan, termasuk hutang, yang akan semakin berat ini.

“Di masa krisis wabah ini, dengan operasional yang serba tidak normal, selain restrukturisasi hutang, apa strategi mitigasi PT TELKOM terhadap beban keuangan, termasuk hutang, yang akan semakin berat itu?” Tanya Ananta.

“BUMN jangan sampai gampang menjual aset-asetnya dan bermain-main dalam investasi keuangan yang menjanjikan untung cepat hanya demi laporan neraca keuangan yang terlihat bagus,” pungkasnya.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE