oleh

Mau Mudik Naik Travel Gelap? Awas, Polisi Tidak Akan Mentolelir!

LENSAPENA – Penegakan hukum terhadap kebijakan pemerintah soal larangan mudik, rupanya tidak main-main. Pihak kepolisian juga akan tegas, tidak akan memberikan toleransi kepada siapa pun yang melanggar aturan pemerintah terkait penanganan dan percepatan dalam memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) itu.

Hal ini dikarenakan, pergeseran orang dari daerah satu ke daerah lainnya, terutama dari zona merah, sangat berpotensi terhadap penularan COVID-19 yang saat ini menjadi pandemi global, dan salah satunya juga telah mewabah di Indonesia.

Terkait hal ini pula, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, telah menurunkan tim khusus untuk memantau pergerakan travel gelap, yang secara diam-diam berupaya menyelundupkan pemudik keluar dari Jabotabek, dan melanggar kebijakan larangan mudik di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dalam hal ini, pihak kepolisian juga telah memantau berbagai media sosial (medsos) yang banyak dipergunakan sebagai media bisnis dalam memasarkan travel gelap tersebut.

“Kalau travel itu kan menggunakan media sosial untuk memasarkan, mengantar pemudik sehingga kita ada tim khusus untuk memantau mereka semua saat melewati pos pemantau,” Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Selasa 5 Mei 2020.

Diungkapkan pula, sejauh ini pihaknya kerap memergoki truk-truk barang yang juga digunakan pemudik dengan harapan lolos dari pemeriksaan petugas. Dalam hal ini, berbagai upaya pun dilakukan, mulai dari ngumpet di dalam bak truk dengan kendaraan pribadi, hingga bersembunyi ke dalam mobil molen.

Namun, kata Yusril, pihaknya tidak tinggal diam, secara tegas akan melakukukan penindakan sesuai dengan hukum yang berlaku. Untuk memberikan efek jera, seperti melakukan penilangan dan menahan truk tersebut. Sedangkan pemudik dari Jakarta yang diangkut oleh travel gelap dan truk-truk barang tersebut akan dikembalikan ke Jakarta.

“Untuk truk juga sama, kita akan lakukan tindakan tegas. Truk itu ada pasal, bukan peruntukannya, truk itu mengangkut barang bukan manusia, makanya kita akan lakukan penilangan dan truknya jadi barang bukti sampai persidangan,” tegasnya.

Yusri juga juga mengajak masyarakat untuk tidak mudik demi keselamatan dan kesehatan keluarga dan sanak saudara di kampung halaman. Karena, mudik di tengah pandemi COVID-19 ini, berpotensi menjadi penyebar virus yang sudah mewabah di lebih dari 200 negara di dunia tersebut.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE