oleh

Terkait Banjir di Tol Tangerang-Merak, Begini Pernyataan PT MMS

Banjir yang menggenang di Km 38 Tol Tangerang-Merak beberapa waktu lalu. (FOTO Istimewa)

TERKAIT banjir yang menggenang di Km 38 Tol Tangerang-Merak beberapa waktu lalu, ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (PT Marga Mandala Sakti) mengklaim, dalam kurun waktu kurang dari 1 jam sudah bisa mengatasi permasalahan tersebut. Genangan air di Km 38 tersebut, berasal dari tanggul yang rusak akibat kecelakaan lalulintas.

Melalui siaran pers yang dikirim ke redaksi lensapena.id, Minggu 30 Juli 2017, PT MMS menyebut volume curah hujan yang tinggi pada hari Sabtu 29 Juli 2017 lalu, menyebabkan terjadinya genangan air di KM 38 Tol Tangerang-Merak setinggi 60 cm. Namun kurang dari 1 jam petugas ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak mampu mengatasi dampak yang ditimbulkan dari genangan air tersebut. Petugas melakukan manajemen lalu lintas untuk memastikan pengguna jalan Tol Tangerang-Merak tetap aman. Pengguna jalan diarahkan untuk keluar di Gerbang Tol Balaraja Barat dan Balaraja Timur.

“Volume curah hujan yang tinggi ini menyebabkan air dari kawasan sekitar meluap hingga masuk ke badan jalan tol,” ujar Indah Permanasari, Kepala Divisi Hukum dan Humas ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (PT Marga Mandala Sakti).

Ia juga mengungkapkan, karena perubahan tata guna lahan di sekitar jalan tol, pada tahun 2010 pihaknya telah mengkaji ulang sistem drainase dan melakukan peningkatan sesuai hasil kajian konsultan independen tersebut.

“Sesuai dengan regulasi drainase yang diatur dalam Peraturan Pemerintah, drainase jalan tol hanya didesain untuk menampung dan menyalurkan air dari badan jalan tol saja, bukan untuk menampung dan mendistribusikan air dari kawasan sekitar jalan tol. Kami juga selalu melakukan perawatan rutin atas drainase ini,” paparnya.

Dikatakannya, pada beberapa lokasi rawan genangan di sepanjang ruas tol Tangerang-Merak telah dibangun tanggul untuk mengantisipasi adanya limpahan air dari kawasan sekitar. Namun demikian, perubahan tata guna lahan di sekitar jalan Tol Tangerang-Merak yang sebelumnya adalah rawa dan sawah menjadi kawasan industri dan pemukiman meyebabkan hilangnya daerah resapan air.

“Pada Jumat 28 Juli 2017, salah satu titik tanggul di km 38 mengalami kerusakan karena kecelakaan lalu lintas, sehingga luapan air dari kawasan sekitar tidak terbendung,” tandasnya. (WH/Hms)

Berita lainnya, baca juga: Klenteng Cu An Kiong Dulunya Bekas Masjid Orang-orang Cheng Ho?

Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE