Antisipasi Praktik Judi dalam Pilkades, Polisi Sebar Personil di Titik Rawan

Kapolresta Tangerang, AKBP Sabilul Alif. (FOTO Dok. Humas Resta)

UNTUK mengantisipasi aksi praktik perjudian saat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 27 Agustus 2017 mendatang, Polresta Tangerang menyebar petugas pada sejumlah lokasi rawan.

Kapolresta Tangerang, AKBP Sabilul Alif menegaskan, aksi judi dalam pelaksanaan Pilkades serentak ini akan merusakan tatanan demokrasi. Karena, selain masing-masing menjagokan para calon dengan harapan harus menang, para pendukung calon kepala desa sering mempertaruhkan uang atau barang berharga untuk yang menang.

Menurut Sabilul, para pejudi kadang menyebar uang kepada warga, dengan istilah serangan fajar, agar calon yang diusung dapat menjadi kepala desa.

Sekain itu, kata Sabilul, pihaknya juga mengantisipasi pejudi yang menekan warga untuk mendukung calon tertentu. Dan, bila ada yang bertindak demikian, pihaknya akan melakjukan tindakan tegas, yaitu diproses sesuai aturan.

“Sebelum pencoblosan, kami upayakan pengawasan bagi setiap warga lain yang masuk ke desa itu,” kata AKBP Sabilul Alif, Rabu 2 Agustus 2017.

Untuk mengantisipasi pengamanan Pilkades, pihaknya mengerahkan sebanyak 500 petugas dan dibantu oleh aparat Brimob Polda Banten.

Sementara, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemkab Tangerang telah memetakan ada enam desa yang rawan dalam Pilkades serentak 2017. Kepala Kantor Kesbangpol Pemkab Tangerang, Ahmad Hidayat mengatakan potensi konflik ada pada desa yang calonnya dua pasang, ini yang perlu diwaspadai.

Terdapat enam desa yang memiliki dua pasang calon seperti Desa Cijeruk, Kecamatan Balaraja, Desa Bitung Jaya (Cikupa), Desa Pasir Barat (Jambe), Desa Rancaiyuh (Panongan), Desa Legok Sumaju (Kemiri) dan Desa Sampora (Cisauk). (WH/*)

Baca juga: Mengenal Proses Produksi Garam Secara Tradisional

Penulis: 
    author

    Posting Terkait