oleh

Garam Langka, Ibu-ibu Rumah Tangga Kelimpungan

Tambak garam (FOTO Istimewa)

SEJAK naiknya harga garam beberapa waktu lalu, ibu-ibu rumah tangga di Kompleks Perumahan Mekarasri 2, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang kelimpungan. Karena, selain harganya yang mahal, barangnya pun langka.

“Makanya, gimana ini enggak ada garam. Mau goreng ikan, goreng tempe, bikin sayur mosok harus pakai masako doang,” keluh Sumarni, salah seorang ibu rumah tangga di Kompleks Perumahan Mekarasri 2 kepada lensapena, Minggu 6 Agustus 2017.

Salah seorang pemilik warung di kompleks perumahan tersebut, Mama Dezan mengakui, sudah sejak seminggu ia tidak menjual garam. Karena, di tempat grosir tempat ia belanja, sudah sejak seminggu ini tidak ada garam.

“Sudah seminggu (tidak jualan garam-rd). Di tempat biasa ngambil (grosir-red), barangnya juga enggak ada,” ujar Mama Dezan, salah seorang pemilik warung di Kompleks Perumahan Mekarasri 2 kepada lensapena.id, Minggu 6 Agustus 2017.

Warung lain yang mengalami kelangkaan garam adalah warung milik Mama Ferdi. Sudah semingggu lebih ia juga tidak menjual garam. “Di pasar yang biasanya banyak, kini juga sudah jarang. Makanya kita enggak jualan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, harga garam naik sudah sejak sekitar sebulan yang lalu. Adapun harganya, yang biasanya perkantong plastik berukuran 200 gram harganya Rp 750, naik menjadi Rp 2.500 perkantong plastik. (GN)

Baca juga: 50 Anggota Paskibraka Kabupaten Tangerang Diasramakan di Hotel Amaris Citra Raya

Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE