oleh

65 Jenis Anggrek di Taman Nasional Gunung Merapi

Salah satu jenis anggrek yang tumbuh di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, DI Yogyakarta. (ISTIMEWA)

ANGGREK atau anggrek-anggrekan merupakan satu suku tumbuhan berbunga dengan anggota jenis terbanyak. Jenis tumbuhan yang memiliki nama latin ‘orchidaceae’ ini jenis-jenisnya tersebar luas dari daerah tropika basah hingga wilayah sirkumpolar. Namun anggotanya paling banyak ditemukan di daerah tropika.

Di Indonesia sendiri berbagai jenis anggrek tumbuh hampir di setiap daerah. Salah satunya di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, DI Yogyakarta. Di kawasan ini, anggrek tumbuh secara alami. Puluhan jenis anggrek yang cantik dan liar ini menjadi salah satu daya tarik wisata di kawasan tersebut.

Hanya saja, keberadaan anggrek-anggrek yang tumbuh subur di lereng Gunung Merapi ini banyak yang sulit dijangkau, karena letaknya lahan bekas erupsi Gunung Merapi 2010 lalu, yang medannya curam dan terjal.

Petugas Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Dhani Suryawan mengungkapkan, saat ini pihaknya terus melakukan identifikasi terhadap puluhan jenis anggrek yang ada di kawasan tersebut. Berdasarkan identifikasi, dari sekitar 51 jenis anggrek yang ada, saat ini jumlahnya bertambah menjadi 65 jenis. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah, karena sebelum erupsi 2010 silam, jumlah anggrek yang ada di kawasan tersebut lebih dari 90 jenis.

“Memang tidak mudah untuk melakukan identifikasi maupun menemukan jenis-jenis anggrek Merapi karena terkendala medan yang cukup curam dan lokasi tumbuhnya anggrek berada pada medan yang curam, terutama di lahan bekas terkena erupsi Gunung Merapi 2010,” kata Dhani Suryawan, Sabtu 9 September 2017.

Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi yang paling banyak ditumbuhi anggrek adalah lereng sebelah selatan, yaitu wilayah Kecamatan Cangkringan. Karena kawasan ini lokasinya lebih tinggi.

Pascaerupsi Gunung Merapi 2010 silam, kata Dhani, pihaknya sudah beberapa kali melakukan survei. Ia mengakui, dalam melakukan identifikasi puluhan jenis anggrek ini juga bukan hal yang mudah. Karena selain harus melintasi medan yang curam, untuk menentukan jenisnya harus terlihat ketika berbunga. “Kalau tidak sedang berbunga, sulit diketahui itu jenis apa,” katanya.

Guna melestarikan keberadaan anggrek Merapi, Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) DI Yogyakarta didukung Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Festival Anggrek Vanda Tricolor Var Suavis Lindley di Taman Anggrek Tiri Orchids, Jalan Boyong Pakem. Kegiatan ini digelas mulai 6 hingga 10 September 2017.

Hatmoko Widi

Baca juga:

  1. Klenteng Gie Yong Bio Simbol Harmonisasi Masyarakat Tionghoa dan Jawa Lasem
  2. Rodiah, 17 Tahun Terbaring Lumpuh: Sang Ibu (Warga Carenang) Ini Hanya Bisa Pasrah dan Berdoa
  3. Wayang Godong ‘Agus Purwantoro’ Ini Memiliki Daya Makrifat
Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE