oleh

Budi Sabarudin: Kampanyekan Budaya Membaca Lewat Seni Mendongen

Budi Sabarudin (FOTO Hatmoko. W)

BERANGKAT dari keprihatinan terhadap ancaman dekadensi moral, Dongeng Center Tangerang yang digagas oleh Budi Sabarudin terus berkampanye, mengajak generasi muda, terutama pelajar untuk berkreativitas.

Salah satunya adalah dengan berkeliling ke sekolah-sekolah serta komunitas-komunitas untuk mendongeng. Pria yang juga mencintai dunia kesusatraan ini mengaku, dengan mendongeng atau bercerita, secara tidak langsung ini sudah memicu anak-anak untuk mencintai dunia membaca.

Dikatakannya, sebuah keterangan dari UNESCO menyebutkan, dari 1000 anak di Indonesia, hanya 1 anak saja yang serius fokus untuk membaca. Dengan timbulnya pernyataan tersebut, kata Budi, melalui Dongen Center Tangerag yang sudah ia gagas sejak 10 tahun lalau tersebut, ia menargetkan dalam waktu setahun harus mendongeng berkeliling di 40 Sekolah di Kabupaten Tangerang.

“Saya ingin mengubah pernyataan UNESCO bahwa dengan berdongeng keliling ini, setidaknya yang tadinya dari 1000 anak hanya 1 anak yang serius membaca, bisa bertambah, setidaknya menjadi 5 orang yang serius membaca,” ujarnya.

Ia juga tetap optimis, meskipun hingga saat ini belum ada satupun pihak yang tertarik untuk mensuport atau menyongkong Dongeng Center Tangerang ini, ia tidak berkecil hati. Karena, menurutnya, dengan terus mengkampanyekan minat baca dengan cara bercerita atau mendongen ini, ia sangat berkeyakinan akan memberikan dampak yang positif terhadap generasi muda. Terlebih di era teknologi yang terus berkembang, dunia membaca, menulis, atau mendongeng ini semakin jauh dari kehidupan mereka.

“Sama halnya denga bupati, gubernur, dan presiden yang selalu mengabdi dan berbuat untuk masyarakat, begitu pula yang saya ingin lakukan, tapi dengan cara dan keahlian yang saya punya,” tandasnya.

Hatmoko Widi

Baca juga:

  1. Letjend Anumerta S. Parman, Korban G 30 S Ini Ternyata Adik Kandung Petinggi Politbiro CC PKI
  2. Degung, Gamelan Asli Kreativitas Masyarakat Sunda Ini Tetap Dijaga Kelestariannya
  3. Angka 13 adalah Mitos Angka Sial: Apakah Masih Dipercaya?

Komentar

News Feed