oleh

Prostitusi ‘Online’ Menjamur, Pelakunya Beragam

LENSAPENA – Perekonomian  merupakan hal yang paling krusial dalam kehidupan. Jadi tak heran, jika kondisi ‘cekaknya ekonomi’ ini bisa membuat kehidupan seseorang menjadi tidak stabil, bahkan ‘berubah drastis’; yang baik bisa menjadi buruk, yang ‘tegak lurus’ bisa menjadi ‘miring’, bahkan yang kehidupannya wajar tiba-tiba bisa menjadi ‘nyeleneh’.

Apa pun juga bisa dilakukan, dengan alasan demi untuk meningkatkan taraf hidupnya dalam hal ekonomi. Hingga terkadang lupa, harga diri dikesampingkan, karena gagal dalam memahami status sosial yang sebenarnya.

Di era teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang pesat; dianggap sebagai salah satu solusi untuk memecahkan persoalan ekonomi tersebut. Karena manusia bisa dengan mudah untuk melakukan komunikasi, dan hal apa pun bisa disampaikan secara cepat alias GPL, “Gak pake lama!”. Salah satunya adalah komunikasi bisnis. Namun, bagaimana jika komunikasi bisnis ini menawarkan produk seks?

Penelusuran lensapena.id pada salah satu akun media sosial wechat,  yaitu salah satu aplikasi yang dapat digunakan pada beberapa sistem operasi Android, iPhone, BlackBerry, Windows Phone, dan Platform Symbian ini, promosi produk seks alias praktik prostitusi ‘online’ semakin menjamur.

Pelakunya pun beragam; mulai dari waria, pengangguran, mahasiswa, ibu rumah tangga, pekerja, hingga profesi tertentu, bahkan anak di bawah umur. Melalui akun yang hadir di Indonesia melalui kerjasama antara MNC Media, Indosat, IndosatM2, Panasonic Gobel Indonesia, Hillhouse Capital Inc, dan Tencent tersebut, dengan menggunakan nama samaran, terang-terangan mereka ‘booking out (BO)’, istilah dalam dunia prostisi ‘online’.

Salah satu pelaku prostitusi ‘online’ yang berhasil ditemui, ‘kopi darat’, dengan tim lensapena.id di salah satu restourant siap saji di bilangan Karawaci beberapa waktu lalu, adalah pemilik akun Ratna Wulandari. Lulusan akademi kebidanan di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini, lebih dari setahun membuka praktik prostitusi ‘online’ alias open BO di akun wechat. Alasannya open BO, karena terlilit persoalan ekonomi.

Setelah ia lulus akademi kebinanan beberapa tahun lalu, gadis berinisial YAS (23) ini, bekerja di salah satu perusahaan marketing ‘MLM’, namun tidak beruntung alias rugi, karena kena tipu dan lain sebagainya. Dari situlah, untuk menutupi kerugiannya itu, ia open BO. Pengakuannya, sudah lebih dari 20 tamu ‘membookingnya’, dengan harga ‘per-short time’ Rp800 ribu, belum termasuk kamar.

Ia pun menyewa-nyewakan kamar apartemen di kawasan Karawaci, Tangerang. Untuk melayani tamunya, selain bisa di apartemen yang ia sewakan, ia juga mempunyai beberapa referensi aparteman dan hotel di sekitar Tangerang. Namun jika ‘mainnya’ di kamar apartemennya, tamu harus menambah Rp100 ribu lagi, menjadi Rp900 ribu.

“Aku mah cuma pagi sampai sore aja, kalau malam enggak bisa. Soalnya tinggal sama orang tua, jadi malam harus sudah di rumah,” kata gadis yang mengaku tinggal di salah satu cluster di kawasan Binong, Curug, Kabupaten Tangerang.

Pelaku lain yang sempat berlama-lama ‘chat’ dengan lensapena.id adalah pemilik akun Anya. Perempuan ini mematok harga Rp1 juta ‘pershort-time’. Namun sebelum melakukan ‘kopi darat’ dan main di kamar hotel yang telah mereka sepakati, sang tamu harus mentransfer uang ‘down payment’ (DP) alias panjar atau tanda jadi. Perempuan yang katanya tinggal di sekitar kawasan Citra Raya ini, mengaku siap melayani tamunya dengan datang langsung ke hotel yang telah ditentukan, atau dijemput di suatu tempat.

“Bisa ketemuan di hotel, dijemput juga bisa. Di Citra,” katanya

Berbeda dengan pelaku praktik prostitusi ‘online’ pemilik akun Rani. Gadis belia yang mengaku masih berusia 17 tahun alias masih di bawah umur ini, open BO karena ingin mengumpulkan uang untuk menebus ijazah. “Aku nganggur, lagi butuh buat nebus ijazah,” ucapnya.

Dalam membuka praktik prostitusi ‘online’ ini, Rani mengaku sengaja menyewa kamar apartemen di kawasan Modernland, Kota Tangerang. Ia tinggal bersama seorang rekannya, yang juga menggeluti dunia yang sama. Rani mengaku, setiap tamu dipatok dengan harga Rp1 juta, sudah termasuk tempat, yaitu apartemen yang ia sewa.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE