Sensasi Pedasnya Rujak Pontianak Ada di Sekitar Dermaga Peh Cun Kali Cisadane

Rujak Pontianak khas Singkawang. (FOTO Hatmoko. W)

RUJAK merupakan makanan tradisional yang biasanya terbuat dari campuran berbagai macam sayuran atau buah dan dibubuhi bumbu, sambal, atau kuah. Rujak mudah ditemukan di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Di sana orang menyebutnya ‘rojak’.

Di Indonesia sendiri, rujak banyak sekali ragamnya. Mulai rujak bebek, rujak ulek, sampai rujak serut dan lain sebagainya. Rujak ulek, rujak bebek, atau rujak serut, di berbagai daerah di Indonesia juga beragam variannya. Karena masyarakat di setiap daerah di Indonesia memiliki selera dan cita rasa yang berbeda-beda.

Nah, bicara soal rujak, yang paling terkenal diantaranya adalah Rujak Pontianak. Meskipun namanya Rujak Pontianak, namun kuliner yang satu ini tidak hanya ada di daerah Kalimantan Barat saja; penyebarannya sudah sampai ke Pulau Jawa, terutama di kota-kota besar, termasuk Kota Tangerang.

Salah satu rujak Pontianak khas Singkawang yang paling terkenal di Kota Tangerang adalah rujak Pontianak yang dijajakan oleh Budi Santoso (56). Pria gaek asal Singkawang ini menjajakan rujaknya menggunakan gerobak dorong di sekitar bantaran Kali Cisadane, tepatnya di Dermaga Peh Cun atau Tao Pekong Air Prasasti Tangga Jamban Kota Tangerang. Meski pun hanya menggunakan gerobak dorong, namun rujak bikinan Budi Santoso ini banyak digemari oleh pencinta rujak di Tangerang dan sekitarnya.

“Awalnya sih mereka iseng, sambil lewat mampir beli. Lama-lama sering kesini, bawa temannya, dan temannya bawa teman lagi,” ujar Budi Santoso kepada lensapena.id.

Untuk menarik pelanggan, selain ramah dan mengutamakan kebersihan, Budi Santoso juga tetap mempertahankan cita rasa khas daerah asal rujak yang ia jajakan. Bahkan, beberapa bumbu seperti terasi, juga didatangkan langsung dari Singkawang.

Yang membedakan rujak Pontianak dengan rujak-rujak ulek lainnya, selain pada terasi yang memang didatangkankan langsung dari Singkawang, adalah pada bumbu kacangnya. Pada rujak Pontianak ini bumbu kacangnya tidak digoreng menggunakan minyak, melainkan disangrai. Dalam mencampur kacang dengan bumbu sambalnya pun, juga tidak diulek halus, melainkan kasar setengah ‘kerikil’. Sehingga sensasi pedas dan renyahnya bumbu kacang semakin menambah penasaran, ingin terus mencoba dan mencoba.

Alat’penguleknya’ pun terbuat dari akar bambu yang sudah sangat tua, sehingga aman bagi kesehatan. Sensasi pedasnya rujak Pontianak khas Singkawang buatan Budi Santoso ini, dipatok dengan harga Rp12 ribu perporsi.

Erdiyanto. G

Baca juga:

  1. Jejak Mafia Candu ‘Liem King Siok’ di Lawang Ombo Lasem
  2. ‘Backpacker’ ke Rembang, Jangan Lewatkan Kuliner Lontong Tuyuhan
  3. Penggila ‘Selfie’ dan Hobi Fotografi: Jangan Lewatkan ‘Hunting’ Malam di Kota Semarang
Penulis: 
    author