oleh

Tuntong Laut atau Beluku Ini Diambang Kepunahan

TUNTONG Laut atau Beluku merupakan sejenis kura-kura yang ditemukan hidup di Thailand, Malaysia, Kalimantan dan Sumatra. Bunatang reptil jenis kura-kura yang memiliki nama latin ‘Batagur Borneoensis‘ ini dimasukkan ke dalam marga ‘Callagur’. Namun kajian ‘filogeni’ berdasarkan karakter DNA ‘mitokondria’ yang dilakukan pada 2007 menunjukkan bahwa marga tersebut lebih tepat dilebur dalam ‘Genus Batagur’.

Tuntong Laut ‘Batagur Borneoensis’ ¬†atau Beluku umumnya hidup sebagai ‘herbivora’. Makanan utama mereka terdiri dari buah pohon bakau, tumbuhan yang jatuh ke sungai, tunas, dan tumbuhan liar yang tumbuh di sisi sungai. Rumput sungai merupakan salah satu sumber makanan terpenting bagi reptil jenisini. Terkadang, mereka juga mau memakan sampah dapur yang dibuang oleh penduduk desa ke sungai.

Tuntong Laut hidup di muara dan bagian sungai yang terpengaruh oleh pasang surut di daerah Kalimantan, Sumatera, terutama Kabupaten Aceh Tamiang. Mereka juga mendiami daerah rawa-rawa dan sungai kecil. Ketika musim kawin, Tuntong Laut ini melakukan migrasi. Seperti halnya penyu laut Tuntong Laut betina bertelur di pasir pantai.

Di Perairan Pantai Ujung Tamian, Kabupaten Aceh Tamiang, Tuntong Laut yang juga memiliki nama lain ‘Painted Terrapin’ tersebut, saat ini sudah diambang kepunahan. Hal ini disebebkan karena perburuan luar individu dewasa secara besar-besaran pada kurun waktu 80-90-an. Selain itu juga karena terjadi penjarahan telur untuk dikonsumsi dan diperjualbelikan. Penyebab lainnya karena alih fungsi lahan hutan bakau di sekitar muara sungai.

Berdasarkan hasil identifikasi, pada 2009-2010 populasi tuntong laut di Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya di Seruway dan Sungai Iyu diperkirakan tidak lebih dari seratus ekor.

Populasinya yang minim menempatkan tuntong laut berstatus ‘critically endangered’ dan berada di urutan ke-25 dari 327 spesies yang termasuk kategori hampir punah berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN), serta terdaftar sebagai Appendix II plus zero quota for wild specimen to trade dalam The Convention on International Trade in Endagered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Tuntong laut juga berstatus prioritas sangat tinggi dalam Permenhut Nomor P.57/Menhut II/2008 tentang Arahan Strategis Konservasi Spesies Nasional 2008-2018.

Erdiyanto. G

Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE