oleh

Bulan Maria, Sendang Padang Bulan Pringsewu Ramai Pengunjung

Gua Maria Padang Bulan Pringsewu, Lampung dipadati pengunjung.

SELAMA bulan Oktober, atau umat Katholik menyebutnya dengan Bulan Maria, kawasan wisata ziarah umat nasrani Sendang Padang Bulan, Kecamatan Pringsewi, Kabupaten Pringsewu, Lampung dipadati pengunjung.

Puluhan ribu umat Katholik dari berbagai lingkungan dan setasi di daerah Lampung tersebut, tidak sekadar menikmati keindahan alamnya yang masih asri, atau sekadar mengambil air dari sendang yang dipercaya membawa keberkahan, tapi juga mengikuti misa  yang diselenggarakan oleh pengelola, dari Paroki atau Pasturan Pringsewu. Karena, selama Bulan Maria ini, setiap hari Minggu, di kawasan Sendang Padang Bulan yang juga dikenal dengan sebutan Gua Maria Padang Bulan tersebut, diselenggarakan misa, atau perayaan ekaristi.

Pengunjung sedang mengikuti misa di area Sendang Padang Bulan Pringsewu, Lampung.

Radimun, salah seorang pengunjung Sendang Padang Bulan atau Gua Maria Padang Bulan Pringsewu mengaku, jauh-jauh dari Lampung Tengah datang ke kawasan ziarah umat nasrani tersebut, selain ingin mengikuti misa juga ingin berdoa. Untuk itu, kata Radimun yang datang bersama dengan beberapa rekannya tersebut, usai mengikuti misa ia menyempatkan berdoa memohon berkat Tuhan.

“Tadi ikut misa, di atas (dekat gua Maria), sekarang (habis misa) mau berdoa dulu sebentar,” kata Radimun saat berkunjung di kawasan tersebut, Minggu 22 Oktober 2017.

Pengunjung lain yang sempat bincang-bincang dengan lensapena.id adalah Lusiana. Ia mengaku dari lingkungan umat Katholik di daerah Teluk Betung, Tanjung Karang. Kedatangannya ke Sendang Padang Mbulan, selain untuk mengikuti ibadah misa bertepatan dengan Bulan Mari, ia juga ingin mendapatkan air dari sendang tersebut yang sudah diberkati oleh romo atau pastur. Karena, menurut Lusiana, air dari sendang tersebut bisa langsung diminum tanpa harus dimasak. Selain itu juga dipercaya bisa untuk penyembuhan.

Pengunjung sedang mengambil air di Sendang Padang Bulan Pringsewu, Lampung.

“Kalau katanya bisa langsung diminum, bisa buat penyembuhan juga,” ucapnya.

Pantauan lensapena.id, usai merayakan misa atau perayaan ekaristi, para pengunjung yang terdiri dari umat Katholik itu juga berekreasi menikmati indahnya alam dan keasrian kawasan tersebut bersama keluarga. Bahkan, ada yang sengaja menikmati sensasi makan bersama keluarga, sambil membuat sambal dadakan di bawah rindangnya pepohonan di kawasan tersebut.

Selain itu, puluhan pengunjung juga mengantri, secara bergiliran mengambil air dari sumber mata air alamai Sendang Padang Bulan, yang letaknya berada di pinggir kali, atau sekitar 50 meter dari Gua Maria. Ada yang membawa jerigen, untuk dibawa pulang, namun ada juga yang menggunakan botol-botol kecil bekas botol air mineral.

Hatmoko Widi

Baca juga:

  1. Desa Mekar Jaya: Gotong Royong Sebagai Media Pemersatu Warga
  2. Keren, Ternyata Seni Kuda Kepang Juga Tumbuh Subur di Daerah Lampung
  3. Jamur ‘Janjangan’ Kelapa Sawit Sisa Produksi Jadi Sumber Mata Pencaharian Warga Sekitar Perkebunan
Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE