5 Rekomendasi Pasca Erupsi Freatik Merapi

Tampak Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Sleman terlihat dari ketinggian pada saat kondisi normal. (FOTO Dok. lensapena.id)

UNTUK mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pasa freatik, BPPTKG mengeluarkan lima rekomendasi bagi masyarakat kawasan lereng Gunung Merapi.

Kepala dan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida mengatakan, rekomendasi tersebut meliputi kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Kemudian radius tiga kilometer dari puncak Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk. Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan III meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi.

“Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka status aktivitas Gunung Merapi akan segara ditinjau kembali,” kata Hanik.

Ia juga mengatakan masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat.

Diberitakan sebelumnya, Senin 21 Mei 2018 aktivitas Gunung Merapi mengalami beberapa kali letusan freatik, dan BPPTKG menyatakan waspada. Erupsi freatik susulan kembali terjadi pada Selasa 22 Mei 2018 sekitar pukul 1:47 WIB. Erupsi freatik susulan ini mencapai ketinggian 3. 500 meter dengan surasi 3 menit condong ke arah barat. Erupsi susulan tersebut juga diikuti suara gemuruh.

Erdiyanto

Penulis: 
    author