oleh

Anita Fasya, Berdangdut dan Promosi Obyek Wisata


Anita Fasya, penyanyi dangdut yang mengawali karirnya tampil dari panggung ke panggung orang hajatan.

MENJADI penyanyi dangdut memang sudah cita-citanya sejak kecil. Sehingga tak heran, ketika ia urbanisasi ke Kota Seribu Pabrik, Tangerang, sebagai buruh di pabrik sepatu, jalur dangdut tetap menjadi bagian dari hidupnya. Dan, ketika dangdut bisa menghidupinya, dunia perburuhan pun ia tinggalkan.

Itulah sosok Antia Fasya, penyanyi dangdut dari panggung ke panggung hajatan yang kini sudah menelurkan album, sekaligus menjadi karya perdananya “Nantikan Hadirmu”.

Saat berbincang dengan lensapena.id di Tangcity Mal Kota Tangerang, Mojang Kuningan ini mengaku, selain tampil dari panggung ke panggung orang hajatan, juga kerap tampil di berbagai acara penting lembaga pemerintahan seperti KPU dan lain sebagainya.

“Waktu itu, sebelum Pilkada kita juga tampil di acara KPU, di acara sosialisasi pemungutan suara di Pagedangan,” ujar Anita Fasya didampingi managernya.

Mengawali karirnya di dunia tarik suara sendiri, untuk di Tangerang Anita mengaku ketika ia bekerja di salah satu pabrik sepatu di kawasan Cikupa, Tangerang. Waktu itu, ia sering disuruh tampil di berbagai acara di pabrik dan tempat lainnya. Dari situlah, ia merasa dunia dangdut semakin dekat dalam kehidupannya. Sampai akhirnya, ia memutuskan untuk lebih fokus ke dunia dangdut, dan meninggalkan pabrik sepatu yang kala itu menjadi salah satu sumber mata pencahariannya.

“Tapi, waktu masih di Kuningan, sejak kecil memang sudah hobi nyanyi, dan sudah sering tampil juga,” katanya.

Dalam album perdananya “Nantikan Hadirmu” ini, Anita sengaja menjadikan salah satu obyek wisata di Kabupaten Tangerang, yaitu Danau Biru Cigaru menjadi salah satu lokasi pengambilan video klipnya. Hal ini, kata Anita, ia juga ingin mengangkat serta mengenalkan obyek wisata tersebut kepada masyarakat secara luas bahwa Tangerang juga memiliki panorama alam yang indah. Meskipun obyek wisata itu berlatar belakang dari proses penambangan liar di wilayah tersebut.

Hatmoko

Komentar

News Feed