oleh

Soal Sepatu KW Impor Masih Lemah Penegakan Hukumnya


Irwan, Kepala Seksi Tempat Penimbunan Berikat Lainnya pada Direktorat Fasilitasi Kepabeanan, Ditjen Bea dan Cukai. (Dok. beacukai.go.id)

KEPALA Seksi Tempat Penimbunan Berikat Lainnya pada Direktorat Fasilitasi Kepabeanan, Ditjen Bea dan Cukai, Irwan mengaku bahwa produk sepatu impor dengan merek terkenal dari Tiongkok dan Vetnam yang dijual murah, masuk lewat jalur legal alias resmi.

Hal ini disampaikannya usai mengisi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Daya Saing Ekspor Produk Tekstil/Produk Tekstil (TPT) dan Alas Kaki di Grand Soll Marina Hotel Kota Tangerang, Selasa 24 Juli 2018.

Namun, terkait produk sepatu impor yang beredar dengan merek terkenal dan dengan harga yang sangat murah tersebut, kata Irwan, bisa saja pemberian mereknya setelah berada di Indonesia. Dan, diakuinya bahwa penegakan hukum terkait hak cipta di Indonesia masih sangat lemah.

“Kita tidak tahu harganya dan lain sebagainya. Tapi itu legal (masuknya produk impor-red). Merek KW-nya mungkin iya, bisa jadi mereknya dibikin di sini, bisa juga di luar. Tapi kita enggak tahu ya, karena tadi, isunya adalah IPR, Intellectual property rights, hak cipta. Dan itu memang kita masih lemah dalam penegakannya,” ujar Irwan kepada lensapena.id.

Ia juga mengungkapkan, penegakan hukum tentang hak cipta di luar negeri lebih ketat ketimbang di Indonesia. Hal ini juga yang disinyalir penyebab maraknya produk sepatu KW lebih banyak masuk dan beredar di Indonesia. Dan, jika terdapat merek KW dari Indonesia masuk ke Cina atau Vietnam pun, belum tentu bisa diterima oleh negara tersebut.

“Itu tergantung dari penegakkan hukum tentang hak ciptanya tadi (jika produk KW ekspor keluar negeri-red). Karena biasanya di luar negeri itu lebih ketat dalam penegakan hukum hak cipta, merek dan lain sebagainya,” tandasnya.

Sedangkan untuk di Indonesia sendiri, menurut Irwan, penagakan hukum hak cipta ini dilakukan jika ada laporan ke aparat penegak hukum oleh pemegang merek atau pemegang hak cipta.

“Selama ini (penegakkan hukum terkait hak cipta-red) untuk merek ada laporan, karena kita juga kan memang perlu pemahaman. Seperti apa sih merek yang asli dan seperti apa merek yang KW tadi. Apa lebeli-ngnya, brended-nya itu kan perlu ada pembelajaran yang khusus, karena yang lebih tahu adalah mereka, seperti apa prodak mereka dan ciri khasnya,” paparnya.

Hatmoko

Banner IDwebhost

Komentar

News Update