oleh

Petani Budidaya Ikan Koi Ini Sekali Panen Mencapai Ratusan Juta

BERAWAL dari hobi dan cinta pada pandangan pertama, bukan pada manusia tapi pada ikan hias Koi. Mohammad Fauzi warga Dusun Kuwut, Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, sukses membudidaya ikan hias asal Jepang.

Setiap harinya di sawah memelihara ikan ini sering dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Namun tak disangka, omzet setiap bulannya mencapai nilai hingga ratusan juta. Sebab dia berhasil mengembangbiakkan sendiri ikan Koi, yang dikenal mempunyai nilai jual yang tinggi.

Fauzi menjelaskan, kalau bisnis ikan Koi itu prospeknya bagus. Sebab harga ikan hias ini cukup stabil. Menurutnya, ikan jenis ini asal dari Jepang masuk ke Indonesia sejak zaman Presiden Soekarno. Tidak seperti ikan Lohan atau Arwana yang pertama muncul langsung booming. Tapi beriring berjalannya waktu nilainya turun drastis. “Jadi harga ikan Koi ini stabil, maka dari itu saya tertarik lalu belajar dari petani koi yang juga tetangga saya,” kata Fauzi.

Menurut dia, cara untuk bertani ikan Koi sendiri cukup mudah dilakukan. Dimana hanya butuh keuletan, ketelatenan dan kesabaran dalam memeliharanya. Yakni seperti rajin datang ke sawah untuk memberi makan tepat waktu tiga kali sehari, memeriksa jumlah air sawah, serta memerikasa kesehatan ikan Koi itu.

“Mudah kok memeliharnya hanya ngasih makan saja tiap hari dan makanannyapun cukup beli siap saji di toko seperti layaknya sentrat pada ayam,” ungkap pria umur 30 tahun ini.

Fauzi menambahkan, masalah hal yang sulit adalah kegiatan pensortiran dari ikan Koi ini. Dimana harus jeli memilih Koi berkualitas dan mana yang biasa saja. Sebab ini bisa mempengaruhi harga pada saat panen.

“Memilih Koi antara yang bagus atau tidak itu yang sulit, butuh jiwa seni. Layaknya kain batik itu kan jenisnya banyak tapi nilainya beda berdasarkan motif, kecerahan dan ketajaman warnanya,” jelas Fauzi lulusan Ilmu Hukum di Unisba Blitar.

Waktu panen dari Koi ini pun tergolong cepat. Hanya sekitar dua bulanan Koi bisa dipanen. Selepas panen pun biasanya sudah dipesan oleh pembeli yang rata-rata dipesan oleh orang luar kota melalui jual beli online. “Pembelinya online dari luar kota seperti Bandung, Jakarta, Medan itu beli disini. Enaknya uang kita terima dahulu lalu baru kita kirim,” jelasnya.

Setiap panen ia minimal bisa meraup uang hingga Rp100 juta. Dengan perhitungan Koi perekornya Rp100 ribu dan penen 100 ekor Koi. Jika kualitas Koinya bagus, justru harga perekornya bisa mencapai Rp300 ribu.

“Harganya memang segitu, makanya peternak Koi harus sering memantau sawahnya, karena kendalanya mesti ada pencuri ikan di sawah,” pungkasnya.

Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE