oleh

Perjuangkan Tanah Nenek Moyang Sampai Titik Darah Penghabisan

WARGA Kampung Rawa Jati, Desa Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi pada Jumat 1 Maret 2019 gelar aksi demo bertempat di Primeter Utara Ranway Tiga Bandara Soetta. Dalam aksi demo, koordinator aksi Wawan Setiwan mengatakan, kepada pejabat daerah atau pun pusat harus memberikan kejelasan kepada nasib warga. “Selama ini mereka terkatung-katung,” ungkapnya.

Wawan bersama warga, sebelum mengelar aksinya, menutup akses jalan yang sedang dalam pengerjaan oleh PT PP dan jalan Primeter Utara. Peserta aksi membawa bendera kuning yang melambangkan kematian. Sedikitnya 400 kepala keluarga sudah terkontaminasi polusi udara dan sudah banyak warga yang terserang gatal-gatal karena rumah mereka sudah di kelilingi tumpukan tanah pembangunan Ranway Tiga yang dikerjakan oleh PT PP.

Kurang lebih selama tiga tahun hak warga di gantung dan tidak kunjung terselesaikan. Sampai saat ini sedikitnya 400 kepala keluarga nasibnya belum jelas. Karena tanah mereka di klem oleh orang-orang jauh yang mereka tidak mengenalnya. Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rawa Rengas, Samsudin menegaskan, sebelum terjadinya penggusuran Bandara Soetta tidak ada yang mengklem tanah mereka. Namun belakangan ini mengapa orang-orang yang tidak kenal ini dengan kejinya mengklem. “Hanya dengan modal foto copy doang tanah kami mereka klem,” tandasnya.

Ia menambahkan, tidak sedikit tanah warga yang di klem oleh pihak Siantury melalui BPN. Mudahnya memblokir hak mereka dengan modal foto copy. Menurutnya, ini adalah pembangunan membodohan. “Tanah dari nenek moyang ini akan kami perjuangan sampai titik darah penghabisan. Ketika verifikasi data salah satu nama dan alamat dipersulit, tapi ketika pihak-pihak lain dengan modal foto copy itu diterima untuk pemblokiran,” tegasnya.

One.

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE