Jamur Sawit Ternyata Bermanfaat untuk Kesehatan

JIKA berjalan melintasi perkebunan kelapa sawit di wilayah Kecamatan Bekri, Kabupaten Lampung Tengah, tepatnya ketika kita memasuki wilayah Desa Bumi Jaya, pasti akan menemukan deretan penjual jamur sawit.

Jamur-jamur ini diambil dari bekas janjangan kelapa sawit sisa produksi yang sudah masuk dalam proses perebusan, dan dibuang di area perkebuna. Jamur-jamur ini tumbuh melalui proses alam.

Saat ini, jamur-jamur tersebut menjadi salah satu sumber matapencaharian warga sekitar. Karena cita rasanya yang lezat dan bisa diolah menjadi aneka varian kuliner, membuat masyarakat banyak yang berburu tumbuhan jenis cendawan tersebut. Untuk mendapatkan jamur-jamur sawit ini, cukup mengeluarkan uang Rp15 saja, sudah bisa mendapatkan jamur sawit dalam satu kantong plastik.

Nah, bicara soal jamur sawit ini, selain cita rasanya yang gurih dan lezat, serta bisa dibuat menjadi berbagai varian kuliner, ternyata juga memiliki gizi yang cukup baik bagi kesehatan manusia. Dari berbagai sumber menyebutkan bahwa jamur sawit ini memiliki kandungan:

Kaya Vitamin B, C, dan D

Asam lemak tak jenuh yang terkandung dalam jamur sawit memberikan nutrisi berupa vitamin B, C, dan D pada tubuh manusia. Manfaat vitamin B antara lain sebagai antioksidan yang membantu melawan efek radikal bebas yang merusak sel-sel dalam tubuh.

Manfaat jamur sawit yang lain berkaitan dengan nutrisi manfaat vitamin C yang tinggi, yaitu untuk menjaga metabolisme serta sistem kekebalan tubuh. Kandungan manfaat vitamin D-nya memiliki manfaat utama untuk menjaga kesehatan tulang.

Mengandung Mineral

Mineral yang terkandung dalam jamur sawit antara lain potasium, fosfor, kalsium, dan magnesium. Komponen ini sudah menjadikan jamur sebagai suplemen makanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi sebagai makanan tambahan bagi Anda yang sedang/ingin menjalankan diet sereal (mengatur pola makan dengan mengonsumsi sereal sebagai makanan pokok lebih dari sekali sehari).

Kaya Protein

Jamur sawit mengandung banyak asam amino yang esensial bagi tubuh. Protein yang terkandung dalam jamur bahkan lebih banyak ketimbang yang bisa Anda dapatkan dari kacang merah.

Tingginya protein dalam jamur ini dapat membantu menghancurkan sel kanker dalam tubuh manusia. Jamur merang (bibit jamur sawit) memiliki jumlah protein mentah lebih banyak dari jenis jamur lainnya, protein ini dapat mencegah perkembangan sel kanker, serta menguatkan fungsi hati dan ginjal.

Rendah Lemak

Total lemak yang terkandung pada jamur sawit tergolong rendah. Dari total lemak yang terkandung dalam jamur sawit, kadar lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated fatty acids) memiliki level yang relatif tinggi, yaitu sekitar 72-85%. Hal ini disebabkan oleh kandungan asam linoleat yang terdapat dalam jamur. Tingginya asam linoleat inilah salah satu alasan mengapa jamur merupakan makanan yang sehat.

Tingginya asam linoleat berkaitan dengan level kolesterol dalam darah. Penelitian menunjukkan bahwa asupan makanan yang kayak asam linoleat secara signifikan menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) dalam darah, dan pada saat yang sama meningkatkan HDL (manfaat kolesterol baik) dalam darah Anda.

Berkat tingginya kandungan asam folat, yang biasanya terkandung dalam vitamin B, jamur sawit ini baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. Beberapa penelitian menunjukkan hubungan positif antara konsumsi asam folat dan diabetes; asam folat merendahkan risiko penyakit jantung, penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah dan stroke pada pasien diabetes.

Penelitian terkini menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami gestational diabetes (diabetes yang terdeteksi saat kehamilan berlangsung) mengalami penurunan dan kesehatan pembuluh darah meningkat dengan mengonsumsi suplemen manfaat asam folat.

Untuk itu jangan ragu untuk mengonsumsi jamur sawit dan jangan kendur setelah mengetahui media tanamnya yang berupa limbah, karena manfaat jamur sawit tidak kalah dari jenis jamur lainnya yang lazim dikonsumsi masyarakat.

Red/Wid/Berbagai sumber

Penulis: 
    author