Mengenal “Nyi Mas Melati” Lewat Seni Tari Kreasi

SELAIN memiliki tari tradisional seperti cokek, Tangerang juga memiliki seni tari kreasi yang merefleksikan perjuangan sosok wanita Tangerang melawan Kolonial Belanda, yaitu Tari Nyi Mas Melati.

Berbeda dengan Tari Cokek, Tari Nyi Mas Melati ini dimainkan oleh beberapa wanita cantik dengan mengenakan kostum ala prajurit wanita. Gerakan koreografi Tari Nyi Mas Melati juga berpadu dengan gerak seni kanuragan, yang melambangkan ketangguhan sosok pejuang wanita. Tari Nyi Mas Melati ini juga kerap ditampilkan di berbagai acara resmi di pemerintakan, baik kota maupun Kabupaten Tangerang.

Nah, untuk Nyi Mas Melati sendiri adalah puteri dari Raden Kabal yang masih sedarah dengan Sultan Hasanudin Banten ke-18. Berbagai sumber menyebutkan bahwa, Nyi Mas Melati berjuang melawan Belanda bersama-sama dengan ayahnya, Raden Kabal, ketika rakyat hilang kesabarannya terhadap sikap para tuan tanah yang didukung oleh Belanda selalu melakukan tekanan, pemerasan dan pemaksaan terhadap tanah jejahan yang diakusisi secara partikelir.

Nyi Mas Melati dipercaya memiliki kemampuan yang tangguh dalam urusan beladiri maupun ilmu kanuragan. Dan, yang tak kalah hebatnya ialah suara teriakannya yang menggelegar bak ‘Singa Betina’ dalam menyemangati pasukannya. Sehingga ia juga dijuluki sebagai ‘Singa Betina’.

Dari keberanian dan ketangguhannya itulah, nyali musuh seakan ciut seketika saat berhadapan dengannya. Para tuan tanah kaki tangan Belanda pun akhirnya mengalami banyak kerugian setelah menghadapi perlawanan-perlawanan yang selalu ditimbulkan oleh Nyimas Melati.

Namun, karena kekuatan dan peralatan tempur Nyi Mas Melati kalah hebat, serta kelicikan penjajah kala itu, akhirnya ia gugur di medan perang. Berbagai sumber menyebutkan jika bagian tubuh Nyi Mas Melati dimakamkan secara terpisah di beberapa tempat. Ada yang menyebutkan dimakamkan di Desa Bunar, Balaraja, Kabupaten Tangerang. Namun sumber lain menyebutkan Makam Kramat Nyi Mas Melati berada di Pulau Panjang, Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu.

Selain di Balaraja dan Kepulauan Seribu sumber lain mengatakan Belanda mengubur sebagian jasad Nyi Mas Melati di Danau Situ Gintung Ciputat yang dibangun Belanda pada masa kolonial. Namun asal usul jasad Nyi Mas Melati dikubur secara terpisah masih menjadi mitos setempat yang simpang siur, dan sampai saat ini belum diketahui kebenarannya.

Red/Wid

Penulis: 
    author

    Posting Terkait