Penyebab Pemain Kuda Lumping Bisa Kesurupan

SEBAGAI salah satu seni tradisional warisan budaya leluhur masyarakat Jawa; kuda lumping, jaranan, jaran kepang, jathilan, ebeg, atau kuda kepang masih tetap menjadi hiburan favorit masyarakat, baik di daerah asalnya maupun daerah-daerah lain di Indonesia.

Kesenian yang merefleksikan gagahnya pasukan kaveleri atau pasukan berkuda ini juga sempat dipopulerkan dalam sebuah tembang dangdut oleh Elvie Sukaesih pada erah 80-an. Bahkan, hingga kini tembang “Kuda Lumping” tersebut masih kerap terdengar. Yang menjadi ciri khas, dan juga diangkat dalam tembang tersebut, atraksi paling menarik dan ditunggu-tunggu dalam seni kuda lumping adalah kesurupan.

Kesurupan sendiri dapat terjadi tanpa disengaja, yaitu dimana ketika makhluk halus yang merasa terusik keberadaannya berontak dan masuk kedalam badan manusia. Mitos yang berkembang di masyarakat, kesurupan atau kerasukan ini biasanya terjadi karena sebab gara-gara mengganggu suatu tempat seperti; pohon, batu, atau lainya dimana ditempat tersebut memiliki penghuni yaitu jin dan sebangsanya.

Namun berbeda dengan kesurupan yang terjadi dalam seni kuda lumping. Kesurupan dalam kesenian ini terjadi karena disengaja dan atas kemauan manusia itu sendiri. Pada saat para pemain kuda lumpung, jaranan, jaran kepang, jathilan, ebeg, atau kuda kepang masih kesurupan karena sang pawang memerintahkan para jin untuk masuk kedalam jasad mereka.

Dalam kasus kuda lumping ini, kesurupan disengaja karena memang bekerja sama dengan jin dan bertujuan untuk menjadi tontonan, sehingga para pemain jatil yang sudah kehilangan kesadaran itu mampu melakukan hal-hal yang terlihat luar biasa bagi seorang manusia.

Dengan mantra dan sesaji tertentu yang sudah menjadi kesepakatan dengan para jin, sang pawang mampu mengendalikan pasukan jin tersebut untuk merasuk kedalam badan pemain kuda lumping.

Selain kesurupan atau kerasukan, pada saat pemain kuda lumping tersebut melakukan hal-hal unik diluar kemampuan manusia, adalah sebagai penggambaran kesaktian atau kedigdayaan para prajurit berkuda atau kaveleri pada zaman dulu.

Widi

Penulis: 
    author

    Posting Terkait