Uang Hasil Memeras Sekdes Jengkol untuk Hura-hura dan Beli Mobil

PELAKU pemeresan dan penipuan yang mengaku sebagai anggota penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Mabes Polri dan wartawan alias gadungan, menghabiskan uang hasil kejahatannya untuk hura-hura.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif menjelsakan, pengiriman uang sebanyak Rp 700 ribu dari Sekdes Desa Jengkol, Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang tersebut dilakukan secara bertahap melalui transfer.

Pada transfer yang pertama, Sekdes Jengkol mentransfer uang sebesar Rp 5 juta, lalu hari berikutnya parapelaku ini merima Rp 10 juta dan terakhir ditransfer sisa dari kekurangannya.

“Dari uang hasil pemerasan tersebut dibagi-bagi dengan ketiganya dalam rincian Rully menerima Rp 240 juta, Ibnu Rp 88 juta dan sisanya sekitar Rp 270 juta,” ucap Sabil

Berdasaarkan pengakuan pelaku, kata kapolres, uang ratusan juga hasil kejahatan tersebut dugunakan untuk hura-hura ke tempat hiburan, judi online, membeli mobil, serta sejumlah handphone.

Fadly Ibnu Sina (41), salah seorang AKP gadungan dan diketahui sebagai warga Perumahan Polda II Jl Merpati V No 19, RT 10/02 Beringin Raya, Kemiling, Bandar Lampung, mengaku tinggal di Apartemen GWR sejak tiga bulan yang lalu. Ia menyewa apartemen tersebut senilai Rp 500 ribu perhari. “Tinggal di Apartemen GWR. Sewa sehari Rp 500 ribu,” kata Fadly kepada lensapena.id.

Widi

Penulis: 
    author