Beternak Puyuh Petelur, Bisnis Protein Beromset Menggiurkan

LENSAPENA – Meskipun bentuknya bulat kecil, telut puyuh memiliki protein yang cukup tinggi dan bermanfaat bagi manusia. Dalam satu porsi, atau 5 butir telur puyuh mengandung 6 gram protein yang sama banyaknya dengan satu butir telur ayam.

Nah, bicara soal telur puyuh, di Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah seorang peternak puyuh petelur, Indiharto Edi Saptono, dalam satu hari bisa menghasilkan ribuan butir telur puyuh.

Pria yang akrab dianggil Edi ini mengaku, sebagai peternak puyuh petelur yang maih pemula, saat ini ia memiliki sekitar 2000 ekor puyuh petelur, dan dalam satu hari bisa menghasilkan 1800 butir telur.

“Kalau sehari bisa seribu delapan ratusan, bisa lebih, tergantung kondisi,” ujar Indiharto Edi Saptono, Jumat 7 Juni 2019.

Menurut Edi, memelihara puyuh petelur ini cukup mudah, yang penting telaten dan ulet: seperti rajin memberikan pakan, minum dan obat-obatan yang cukup: rajin membersihkan tempat: serta selalu mengontrol kondisi masing-masing puyuh setiap hari, agar selalu terpantau kondisinya.

Namun, pada saat libur lebaran ini, kata Edi, mengalami penurunan, karena ia disibukkan dengan aktivitas berlebaran, dan silaturahmi dengan keluarga. Sehingga berdampak pada hasil telur yang dihasilkan dari puyuh ternakannya.

“Ini agak sedikit berkurang, karena kemarin sempat ditinggal lebaran,” katanya.

Edi juga menuturkan, usia produktif setiap ekor puyuh petelur ini mulai dari usia 50 hari hingga 2 tahun. Sedangkan setelah usia tidak produktif, atau tidak menghasilkan telur dengan baik, puyuh-puyuh tersebut sudah ada yang siap menampung, yaitu para pedagang kuliner untuk dijadikan berbagai varian masakan.

Untuk harga telur sendiri, saat ini rata-rata Rp 30 ribu perkilogram, atau sekitar 94 hingga 99 butir, tergantung kondisi telur. Karena setiap butir telur memiliki berat yang bervariasi.

Jadi, selain protein yang dihasilan dari telur puyuh ini menjadi sumber perekonimian yang cukup menggiurkan, keuntungan lain beternak puyuh petelur adalah usia yang sudah tidak produktif juga bisa menjadi sumber ekonomi tambahan dari para penjaja kuliner. Selain itu, kotoran puyuh petelur ini bisa dijadikan sebagai bahan pupuk tanaman dan pertanian.

Widi

KLIK DISINI:
10.000 Lebih Pengunjung Serbu Floating Market
Aboge, Sinkretisme Islam dan Alkuturasi Budaya Lokal

Penulis: 
    author