Codot Hama Perusak Jambu Kristal Selain Lalat Buah

LENSAPENA – Membudidayakan buah jambu kristal ternyata cukup mudah, karena setelah batang jambu mulai tumbuh dan memasuki usia berbuah, cukup melakukan perawatan dan pemupukan (bisa cukup dengan pupuk kandang atau kompos).

Untuk membuat agar kualitas jambu menjadi lebih bagus pun tidak terlalu rumit. Hanya saja hama dan serangga seperti codot dan lalat buah, kerap kali membuat para petani budidaya jambu kristal ini harus mengeluarkan tenaga ekstra dalam memproteksinya. Terlebih, untuk hama codot ini biasanya menyerang pada malam hari.

“Kalau serangga itu biasanya lalat buah. Kalau sudah dihinggapi lalat buah, jambu akan cenderung menurun kualitasnya, karena jika sudah masak mudah membusuk. Tapi kalau hama codot menyerangnya ketika jambu sudah mulai masak. Biasanya itu dimakan sampai habis, atau tinggal separo,” ujar Ahman Setiyono (38), salah seorang petani budidaya jambu kristal di wilayah Kabupaten Banyumas, Minggu 9 Juni 2019.

Uuntuk memproteksi agar kualitas buah tetap bagus, terhindar dari lalat buah dan codot, serta menghindari kerugian, buah ‘dibrongsong’ atau dibungkus menggunakan plastik dengan diberikan lubang pori-pori kecil agar serangga tidak bisa masuk. Dalam membrongsong buah jambu kristal sendiri, plastik dibuat merongga agar tidak bersentuhan dengan buahnya. Hal ini bertujuan agar lalat buah tidak bisa menjangkau lewat pori-pori plastik pembungkus..

“Tapi ya itu, kalau ada plastik pembungkus yang robek, dan kondisi buah sudah masak biasanya codot bisa menerobos dan merusak pembungkusnya. Karena codot kan biasanya datang kalau mengendus aroma buah yang sudah mulai masak,” katanya.

Untuk diketahui, lalat buah atau Bactrocera adalah hama yang banyak menyerang buah-buahan dan sayuran, termasuk tanaman cabai. Lalat buah merupakan salah satu hama penyebab gagalnya panen buah. Lalat buah dewasa ukurannya sedang serta berwarna kuning dan sayapnya datar. Pada tepi ujung sayap ada bercak-bercak coklat kekuningan. Abdomennya ada pita-pita hitam, sedangkan thoraxnya ada bercak-bercak kekuningan. Ovipositornya terdiri dari tiga ruas dengan bahan seperti tanduk yang keras.

Lalat betina dengan ovipositornya menusuk buah dan meletakkan telurnya dalam lapisan epidermis. Pada waktu menetas, larvanya akan memakan daging buah hingga warna buah menjadi jelek dan tidak dapat dimakan. Biasanya serangan lalat ini diikuti hama lain. Telur kadang diletakkan tidak hanya di dalam buah, tetapi juga pada bunga dan batang. Batang yang terserang akan menjadi bisul. Sementara itu buahnya akan menjadi kecil dan berwarna kuning.

Sedangkan codot adalah nama umum bagi jenis-jenis kelelawar pemakan buah. Di beberapa daerah ada yang menyebutnya dengan kampret atau lowo. Codot termasuk sejenis kalong, nyap, paniki dan sebangsanya, yang membentuk suku Pteropodidae, subordo Megachiroptera atau kelelawar besar. Dalam bahasa Inggris, kelompok ini diistilahkan sebagai fruit bats atau old world fruit bats.

Widi

BACA JUGA:
Di Banyumas, Jambu Kristal Merambah Pasar ‘Online’
Keistimewaan dan Manfaat Bunga Marigold (Kenikir)

Penulis: 
    author