oleh

Inilah Serabi Kucur Khas Kota Palagan Ambarawa

LENSAPENA – Selain terkenal dengan sejarah perjuangannya yang diabadikan dalam Monumen Palagan Abarawa, kota kecil di wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini juga terkenal dengan sentra makanan serabi kucur.

Jajanan tradisional ini bisa kita temukan di sepanjang Jalan Raya Semarang-Magelang, atau sekitar 2 kilometer dari Monumen Palagan Ambarawa ke arah Magelang, tepatnya di Desa Ngampin, Kecamatan Ambarawa.

Di sini terdapat ratusan penjual serabi yang berjajar di sepanjang jalan. Penjaja makanan tradisional dari olehan tepung beras dengan santan dan gula merah ini, adalah warga di desa tersebut.

Bentuk dan tempat untuk menjajakan serabi ini hampir semua sama. Sehingga kita sulit untuk membedakan antara pedagang satu dengan yang lainnya, kecuali kita hafal satu-persatu dengan pedagangnya. Kue serabi kucur ini digelar di warung-warung berukuran 1.5 meter persegi, berderat.

Salah satu penjual serabi kucur yang sudah sejak 2003 menggelar dagangannya di pinggiran jalan raya tersebut, Asih (35) mengaku bahwa ini merupakan usaha turun temurun warga daerah tersebut sejak dulu.

“Semua ya warga sini, dan memang sudah sejak dulu jualan serabi seperti ini, sudah sejak jaman nenek moyang,” ujar Asih, Selasa 11 Juni 2019.

Serabi kucur yang dijajkan ini, sama dengan serabi kebanyakan yang terdapat di mana-mana; termasuk rasa dan cara penyajiannya, yaitu dimakan menggunakan saus manis yang terbuat dari gula merah (gula Jawa). Hanya saja, bentuk dan ukurannya lebih kecil dan tipis. Namun demikian, harganya pun lebih murah. Satu porsi serabi berisi 5 buah, dan dipatok dengan harga Rp 5 ribu.

Soal varian rasa, serabi dari Kota Palagan Ambarawa ini ada dua rasa, yaitu rasa pandan dan gula merah. Dua varian rasa ini juga terbuat dari bahan alami, yaitu dari daun pandan dan gula merah asli.

“Karena memang ini yang menjadi ciri khas dari resep tradisionalnya. Kita belum membuat rasa yang lain, yang tidak terbuat dari bahan-bahan asli dan alami,” katanya.

Widi

BACA JUGA:
Liburan Usai, Candi Borobudur Masih Banjir Pengunjung
Nikmatnya Sruput Kopi Kelir di Alam Perbukitan

Komentar

News Feed