Jangan Ngaku ke Prembun Kalau Tidak Beli Bangkuang

LENSAPENA – Bengkuang, bengkoang atau orang Jawa bilang ‘besusu’ dan dalam nama ilmiah Pachyrhizus erosusa dalah termasuk dalam suku polong-polongan atau Fabaceae. Karena, meskipun menghasilkan umbi (cormus) yang bisa dimakan, dan jenis pohonnya yang merambat ini tumbuh dari biji yang mirip dengan buah kara, hanya saja bentuknya lebih kecil.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa tumbuhan ini berasal dari Amerika tropis. Jadi tak heran jika di Indonesia, yang beriklim tropis ini, bengkuang bisa tumbuh dengan baik. Di tempat asalhnya tumbuhan ini dikenal sebagai xicama atau jícama.

Nah, bicara soal bengkuang, bengkoang atau ‘besusu’ ini, banyak ditemukan di daerah Kebumen, tepatnya di wilayah Kecamatan Prembun. Di sepanjang jalan dari arah Kebumen menuju Yogyakarta atau sebaliknya, bengkuang banyak dijajakan di pinggir jalan. Jadi, jangan pernah ngaku ke Prembun kalau belum beli bengkuang.

Apalagi saat ini petani bengkuang di wilayah Kecamatan Prembun sedang panen raya. Dan, tidak setiap saat pula bisa mendapatkan bengkuang-bengkuang segar di wilayah ini. Karena, penanaman bengkuang tidak menjadi rutinitas petani di daerah tersebut, alias siklus tahunan sesuai dengan iklim dan cuaca.

Salah satu penjual bengkuang yang berhasil ditemui LENSAPENA.ID, adalah Paulus. Ia mengaku, pasca Lebaran Idul Fitri 1440 H ini, bengkuang yang dijajakannya laris manis. Banyak pengendara yang lewat membeli bengkuangnya untuk oleh-oleh.

“Paling ramai waktu hari Minggu, pas Lebaran empat hari (Minggu 9 Juni 2019-red). Kesini-kesini sudah mulai berkurang. Tapi ya masih ada saja yang beli,” ujar Paulus.

Per-3 ikat bengkuang dipatok dengan harga Rp 20 ribu. Namun karena dengan harga Rp 20 ribu per-ikat tersebut masih banyak pembeli yang menawar, Paulus dan pedagang lainnya menurunkan harga per-ikat menjadi Rp 5 ribu saja.

Bagaimana, ingin mekan segarnya buah bengkuang asal petani Prembun? Buruan, mumpung sedang panen raya!

Widi

BACA JUGA:
8 Serabi dari Berbagai Daerah di Indonesia
Nikmatnya Sruput Kopi Kelir di Alam Perbukitan

Penulis: 
    author

    Posting Terkait