oleh

Parajin Alas Kaki Butuh Edukasi untuk Promosi dan Pemasaran

Banner IDwebhost

LENSAPENA – Semakin banyaknya pelaku usaha bersekala kecil dan menengah yang tergabung di Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA) mulai berinovasi dengan merek sendiri, perlu edukasi untuk membangun potensi dalam memajukan perekonomian. Terutama dalam soal promosi dan pemasaran.

Ketua Umum Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA), Widi Hatmoko mengatakan bahwa tidak dipungkiri, para pelaku usaha atau pengrajin alas kaki yang tergabung di organisasi yang dimotorinya, telah memberikan kontribusi dalam mengatasi persoalan pengangguran. Terutama dalam menyerap tenaga kerja yang tidak bisa diterima di pasar kerja, karena berbagai faktor seperti tidak memiliki ijazah SLTA, usia dan lain sebagainya.

Untuk itu, dengan semakin berkembangnya pelaku usaha alas kaki yang mulai berinovasi dengan merek sendiri, perlu mendapat dorongan dari banyak pihak: tidak hanya pemerintah, tapi masyarakat secara luas.

“Kendala kita yang utama adalah masalah promosi dan pemasaran,” ujar Widi Hatmoko, Rabu 19 Juni 2019.

Dalam promosi sendiri, kata Widi, sejauh ini sudah banyak pelaku usaha alas kaki di Tangerang menggunakan media sosial. Namun demikian, masih sebatas pengetahuan dasar, sesuai dengan pengalaman dan kreativitasnya, alias belum mendapatkan pelatihan secara khusus dari ahli IT yang memiliki kompetensi di bidangnya.

“Kita juga sudah memiliki website, yaitu www.aptahebat.com, tapi kita butuh jaringan yang lebih luas lagi. Karena target kita adalah, bagaimana produk teman-teman ini bisa menjangkau setiap daerah dan pulau,” katanya.

Menurut Widi, promisi merupakan bagian dari strategi yang harus dilakukan untuk menginformasikan serta mempengaruhi target konsumen agar membeli produk yang ditawarkan. Promosi juga penting untuk dilakukan agar calon konsumen tertarik.

“Promosi sangat penting dilakukan, baik untuk pebisnis skala kecil maupun besar. Karena sebagai produsen harus bisa menciptakan Brand Awareness agar produk kita dikenal, mempengaruhi Loyalitas Konsumen agar tidak pindah ke kompetitor kita. Ini juga butuh kreativitas dan inovatif, agar konsumen tertarik,” paparnya.

Widi juga berharap, masyarakat juga bisa ikut berperan aktif dalam membantu mempromosikan produk alas kaki lokal Tangerang, baik melalui media-media sosial maupun dengan cara membeli, dan menginformasikan kepada lingkungan yang ada di sekitarnya.

“Karena, dengan kita membeli, apalagi ikut membantu menginformasikan kepada orang lain yang belum tahu, berarti telah berkontribusi membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan pengangguran, dan ikut membantu membangun perekonomian masyarakat, terutama perajin alas kaki di Tangerang,” tandasnya.

Medy

BACA JUGA:
5 Senjata Tradisional dari Banten yang Melegenda
Sanggar Karina Ajak Generasi Kreatif dengan Seni Tradisional

Komentar

News Update