Wow, Ada Pungli PPDB di SMKN 1 Kabupaten Tangerang

LENSAPENA – Ada dugaan praktik pungutan liar (Pungli) pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMK Negeri 1 Kabupaten Tangerang oleh oknum guru di sekolah tersebut. Angkanya mulai dari Rp 3.5 juta hingga Rp 4.5 juta per-calon siswa baru.

Pengakuan beberapa wali murid, ada 2 oknum guru yang diduga melakukan pungli pada pelaksanaan PPDB 2019 di SMK Negeri 1 Kabupaten Tangerang, yaitu oknum guru berinisial ID dan Z. ID meminta uang sebesar Rp 4.5 juta per-calon siswa baru, sedangkan Z meminta Rp. 7 juta untuk 2 orang calon siswa baru.

Wali murid yang meminta agar namanya tidak disebutkan mengaku, jika anaknya ingin masuk ke SMK Negeri 1 Kabupaten Tangerang harus mengeluarkan uang sebesar Rp 7 juta, dan itu harus segera diberikan kepada pihak oknum guru tersebut.

“Mintanya tujuh juta, dan harus malam itu juga dikasih (Sabtu 22 Juni 2019-red). Tapi kan saya tidak punya uang, makanya saya juga bingung. Mana berkas yang sudah masuk tidak boleh diminta lagi,” ujar dia, Minggu 23 Juni 2019.

Ia mengaku ingin anaknya sekolah di SMK Negeri 1 Kabupaten Tangerang karena jarak dari rumah ke sekolah sangat dekat, dan bisa ditempuh dengan jalan kaki.

Diberitakan sebelumnya, calo yang mengaku bisa memasukkan ke sekolah ini mulai bermunculan. Bahkan ada yang terang-terangan mendatangi rumah wali murid, dan meminta uang sebesar Rp 4,5 juta persiswa. Oknum guru sekolah ini juga berani menjamin, jika wali murid mau memberikan uang Rp 4.5 juta, anaknya akan diterima di sekolah tersebut. Ia meminta uang Rp 4.5 juta tersebut diberikan secara bertahap: pertama Rp 3.5 juta sebagai jaminan, dan setelah anak masuk di SMK tersebut, sisanya Rp 1.5 juta baru dilunasi.

Menanggapi hal ini, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Banten Bambang Pujo Sumo meminta agar melaporkan kepada pihak berwenang, yaitu Tim Saber Polda Banten atau Tim Saber Polresta Tangerang.

“Bila ada Pungli selain melakukan maladministrasi dalam pelayanan publik di bidang pendidikan, dan hal tersebut sudah mengarah ke Pidana, Tim Saber Pungli Polda Banten bisa turun menangani. Silakan laporkan ke Tim Saber Pungli dengan bukti awal yang dimiliki,” ujar Bambang Pujo Sumo saat dibubungi LENSAPENA.ID, Minggu pagi.

Ia juga mengakui, edukasi tentang PPDB ke masyarakat kurang sekali sehingga tidak tahu bagaimana cara mendaftar PPDB secara online, sehingga mereka lebih suka daftar offline langsung ke sekolah. Selain itu, menurut Bambang, petugas pendaftar di sekolah juga kurang sosialisasi tentang peraturan PPDB sehingga penafsiran aturan sering berbeda.

Selain itu, lanjur Bambang, yang ia temukan dalam sistem PPDB online tersebut, pendaftaran onlinenya memang hanya untuk download formulir.

“Pendaftaran onlinenya memang hanya untuk download formulir, selanjutnya diverifikasi ke sekolah secara offline,” katanya.

Ombudsman juga menilai, sosialisasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten kurang, dan pihak sekolah hanya menjalankan aturan yang ada.

“Sosialisasi dari dinas yang kurang, pihak sekolah hanya menjalankan aturan yang ada. Ini sudah menjadi temuan Ombudsman untuk nantinya jadi rekomendasi di Kemendikbud,” tandasnya.

Widi

BACA JUGA
Mahasiswa UNIS Gelar Seminar Mecegah dan Melawan Hoax
Mau Nikah Agustus, Gadis Ini Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan

Penulis: 
    author

    Posting Terkait