oleh

Esai: Festival Budaya Bakal Digelar, Seniman Menunggu

LENSAPENA – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang yang dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bakal memunculkan peristiwa budaya yang dikemas dalam ajang Festival Budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, R. Rina Hernaningsih, dalam penyampaiannya di acara Diskusi Budaya bertajuk “Peran Komunitas dalam Pelestarian Kebudayaan di Kota Tangerang, Selasa 30 Juli 2019, ajangnya para seniman dan budayawan ini akan digelar pada Desember 2019 nanti.

Meski sejauh ini peristiwa budaya yang akan disuguhkan untuk masyarakat dan berpotensi menjadi salah satu promosi pariwisata Kota Tangerang itu belum disampikan seperti apa konsep yang akan diusung, namun ini menjadi harapan besar para seniman dan budayawan untuk ikut andil dalam ajang tersebut. Baik secara pemikiran maupun karya. Dan, sampai saat ini para seniman pun masih menunggu.

Berbagai masukan pun muncul: mulai dari harapannya ingin tampil lantaran selama ini jarang dilibatkan dalam perhelatan budaya sehingga karya-karyanya dinilai mandul alias tidak berkembang, sampai perlunya ada kuratorium sebelum medan terbuka peristiwa budaya itu digelar. Belum lagi mengenai tanggapan seniman yang menyebutkan Pemkot Tangerang melalui stakehouldernya tebang pilih dan terkesan politis dalam setiap perhelatan budaya. Karena apa yang ditampilkan selalu kelompok yang itu-itu saja, dan dekat dengan penguasa.

Seniman lukis sekaligus musisi Edi Bonetski, menilai, kurasi akan menentukan kualitas sebuah karya seni ketika dihelat di ruang publik. Hal ini juga disepakati oleh Ketua Dewan Kesenian Tangerang Sumadiningrat alias Bang Madin. Perlu adanya ruang kuratorium untuk karya-karya seni yang akan ditampilkan tersebut, juga sebagai ajang pendidikan karya terutama kepada para seniman pemula agar menelurkan karya-karya yang imajiner, tidak sekadar karya yang ecek-ecek. Dan, di situlah letak sebuah keadilan dalam menentukan siapa yang layak tampil, dan siapa yang masih harus membutuhkan pembinaan.

Namun, apakah ini akan menjadi catatan oleh Pemkot Tangerang yang dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata?

Sementara, untuk menyiapkan ruang kuratorium bukan perkara yang mudah. Selain membutuhkan pakar-pakar seni, dan mungkin ini adalah kali pertama perhelatan budaya di Kota Tangerang yang membutuhkan keseriusan banyak pihak (tidak hanya pemerintah kota), juga membutuhkan keikhlasan dari pemangku kebijakan sebagai pengagas ketika harus mengubah posisi, yaitu lebih banyak berperan sebagai fasilitator. Karena, kompetensi dalam sebuah karya seni atau kesuksesan dalam perhelatan budaya ini tidak hanya terletak pada seberapa banyak anggaran yang digelontorkan. Namun membutuhkan pemikiran-pemikiran cerdas para pakar seni dan budaya, yang tidak semua dimiliki oleh staf dan pejabat pada stakehoulder pemerintahan.

Begitu pula, kesuksesan sebuah perhelatan akbar dalam sebuah peristiwa budaya juga bukan hanya terletak pada seberapa banyak ragam karya yang ditampilkan, tetapi lebih kepada cipta, rasa dan karsa, serta mampu menyatukan semua pihak agar karya itu menjadi besar, dan mendapat pengakuan semua pihak.

Oleh: Widi Hatmoko
Seniman dan Pemerhati Budaya

Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE