oleh

Inilah Sablon dan Pergerakan Dunia Pergerakan

LENSAPENA | “Hanya ada satu kata, lawan!” Penggalan puisi Wiji Tukul begitu akrab di telinga masyarakat, terlebih kata-kata ini sering diteriakkan oleh sekelompok mahasiswa, buruh, atau massa lainnya ketika melakukan aksi atau demo.

Kebijakan pemerintah yang carut marut, hukum yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat kecil, perijinan dan pengawasan tambang yang tidak sesuai S.O.P, pembukaan lahan sawit yang mencemari lingkungan, pejabat dan dean yang korup, dan pengusaha licik adalah sebagian dari banyaknya alasan massa untuk melakukan aksi. Tapi seiring perkembangan jaman aksi sekarang tidak hanya dilakukan turun ke jalan.

Nah, kalau yang ini adalah orang-orang pergerakan, yang tidak dalam narasi itu. Melalui kegiatan yang digagas oleh Yayasan Guriang Tujuh Indonesia ini, yaitu diskusi bulanan Rangkasbitung Corner jilid 4 mereka menggandeng media lain seperti sablon untuk menyuarakan keresahannya. Kegiatan ini digelar di Pekarangan Jati daerah Warunggunung, Rangkas Bitung, Senin 29 Juli 2019.

Dalam momentum ini, kaos-kaos disulap menjadi ragam aksi visual setiap hari dan setiap waktu ketika mereka mengenakan kaos tersebut. Sebelum acara dimulai diawali oleh penampilan spesial yaitu pembacaan Puisi yang dibawakan oleh seniman asal pandeglang bernama Ifan Sandekala.

Kegiatan diskusi ini di moderatori oleh Eka Nurwana selaku Manajer di Yayasan Guriang Tujuh Indonesia. “Kegiatan Rangkasbitung Corner adalah kegiatan rutin bulanan yang di selenggarakan oleh yayasan dengan mengundang narasumber yang kompeten dibidangnya, kami akan selalu hadir dengan tema yang menarik dan terbarukan. Hal ini sebagai upaya tambahan nutrisi untuk mengisi ruang kosong dalam mengutarakan pendapat dan mengeluarkan gagasan ide dari sebuah pemikiran untuk masyarakat yang sadar akan kebutuhan dalam berpendapat.” ujarnya.

Eka juga mengatakan diskusi ini dibuka untuk umum siapa saja dan dari golongan mana saja bisa hadir untuk mengikuti kegiatan ini, kami berharap akan lahir ide-ide cemerlang melalui diskusi santai yang kami lakukan, sebagai upaya untuk membangun daerah kita kabupaten Lebak – Banten khususnya dan Indonesia pada umumnya yang banyak akan potensi dan belum kita gali secara menyeluruh, tambahnya.

Kegiatan bulanan Rangkasbitung Corner jilid 4 ini dihadiri oleh Mahasiswa dari beberapa kampus yang ada di Lebak, Komunitas Perupa Lebak, Komunitas Perpustakaan Jalanan RKS, Aktivis Lingkungan, Pelajar SMK dan Masyarakat umum lainnya.

“Kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman Guriang merupakan salah satu upaya penyadaran untuk kita semua bahwa sejatinya bergerak adalah suatu keharusan untuk kita, agar kita bisa melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” tutur M. Hudri Selaku narasumber (Sekjen KNPI Kabupaten Lebak).

Selain diskusi dalam kegiatan kali ini kita juga mengadakan workshop sablon disana kita di ajarkan oleh ahlinya tukang sablon bagaimana cara menyablon yang baik agar hasil sablon yang diperoleh bisa memuaskan dan berkualitas.

Dian Hadi atau lebih dikenal dengan sapaan Dionk pemilik brand owner Belegig Sablon selaku praktisi narasumber kedua mengatakan “Sablon saat ini bukan hanya sebagian fashion saja, sekarang sudah menjadi media dakwah, promosi hingga aksi yang bersifat propaganda bisa di hadirkan dalam media sablon kaos. Saya memiliki konsumen pelanggan yang selalu cetak sablon itu isi konten sablonnya tentang seruan-seruan moral seperti (sawah habis di negeri agraris), gerakan subuh berjamaah, dan masih banyak lagi berbagai karakter yang datang untuk menuangkan ide ke dalam bentuk kaos, tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut seluruh peserta yang hadir diberikan oleh-oleh berupa sablon gratis yang dicetak pada kaos yang mereka bawa dari rumah mereka masing-masing sekaligus mereka juga bisa melihat dan mempraktekkan secara langsung bagaimana cara menyablon yang baik agar hasilnya bagus. Acara ditutup dengan foto dan makan bersama di atas daun pisang.

Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE