oleh

Pemerhati: Pemberdayaan UMKM Lokal Belum Maksimal

LENSAPENA – Pemberdayaan pelaku usaha berbasis UMKM produk lokal di Kabupaten Tangerang dinilai belum maksimal. Padahal, potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Tangerang, terutama para produk lokal yang berbasis UMKM, tidak kalah dengan daerah lainnya. Batik, misalnya: Kabupaten Tangerang memiliki motif batik khas, yaitu Batik Wareng, Batik Parakan dan lain sebagainya.

Melihat potensi ini, pemerhati UMKM Kabupaten Tangerang, Kamaroni, mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Tangerang, dalam hal ini Bupati Tangerang harus berani membuat terobosan dalam memperjuangkan potensi yang dimiliki oleh daerahnya tersebut.

“Paling tidak, Bupati mau memberikan semacam imbauan untuk menggunakan produk lokal, seperti batik untuk seragam. Sebagai contoh, jika ada kegiatan besar dengan PGRI, misalnya, ajak mereka agar di lingkup pendidikan semua menggunakan produk lokal buatan warga Kabupaten Tangerang ini, yang penting tidak menabrak aturan,” papar Kamroni, Rabu 17 Juli 2019.

Ia juga melihat, hampir semua sekolah di Kabupaten Tangerang ini mengenakan seragam batik. Dengan banyaknya para pengrajin batik di Kabupaten Tangerng yang membuat produk batik lokal, menurut Kamroni, para pemangku kebijakan di Kabupaten Tangerang ini, harus bisa mengarahkan agar mereka bisa berintegrasi menggunakan batik lokal khas Kabupaten Tangerang.

Dengan begitu, kata Kamroni, selain mempromosikan batik kebanggan Kabupaten Tangerang, perekonomian masyarakat, terutama para pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang bisa lebih terangkat.

Widi

Komentar

News Feed