Tardin, Penderita Tumor di Kepala Ini Membutuhkan Bantuan

LENSAPENA – Kini, Tardin (59), Nelayan Kampung Rawa Sabat RT 07/05, Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang tak bisa lagi melaut. Karena, penyakit tumor ganas di bagian kepala yang terus menggerogoti sejak tiga tahun yang lalu, membuatnya terpaksa harus berbaring lemah di tempat tidur.

Putri sulungnya, Dewi (32), menuturkan bahwa tumor ganas di kepala ayahnya tersebut diketahui sejak ia memeriksakannya di Rumah Sakit Siloam tiga tahun silam. Namun karena tidak memiliki biaya, Dewi memilih untuk merawat ayahnya di rumah dengan pengobatan seadanya.

“Dulu awalnya hanya benjolan kecil, lalu diperiksa benjolan tersebut di RSU Siloam, kata dokter penyakit tumor ganas. Namun karena tak memiliki biaya kami dibawa lagi ke rumah untuk dirawat semampu kami,“ tutur Dewi dengan raut muka sedih, Senin 8 Juli 2019.

Ia juga mengungkapkan, jika ayahnya adalah satu-satunya tulang punggung keluarga yang setiap harinya harus mencari ikan di laut untuk menafkahi keluarganya. Namun aktivitasnya melaut berhenti karena tumor yang tumbuh di kepalanya semakin membesar.

“Sebelum terbaring lemas seperti sekarang ini, dulunya ayah saya selalu pergi melaut mencari ikan untuk menafkahi keluarga. Namun setelah kena tumor ia hanya terbaring ditempat tidur. Kepalanya sering pusing dan berat kalau duduk atau berdiri, “imbuh Dewi.

Ia berharap ayahnya bisa segera diobati dan bisa segera sembuh seperti sediakala. Dewi juga mengatakan jika pihaknya sangat membutuhkan bantuan untuk mengobati.

“Semoga pemerintah atau ada orang dermawan yang bisa membantu pengobatan ayah saya agar bisa sembuh seperti dulu. Kalau BPJS ayah saya punya tapi saat ini belum bisa digunakan karena antre,“ harapnya.

Sementara itu Camat Sukadiri, Abdullah, mengaku bahwa pihak Kecamatan Sukadiri sudah merujuk korban ke RSU Tangerang agar segera mendapat penanganan medis. Hanya saja sampai saat ini masih belum mendapatkan kamar perawatan untuk Tardin.

“Kami sudah mendaftarkan ke RSU Tangerang menggunakan BPJS. kira-kira sudah 3 hari kami menunggu informasi kamar kosong dari pihak RS. Jika sudah ada informasi kamar kosong, maka kami akan segera membawanya ke RSU Tangerang secepatnya, “ ucapnya.

Hendra/Widi

Penulis: 
    author

    Posting Terkait