oleh

Pameran Seni Rupa “muKAMUka” di Jalan Sunyi Seni Rupa

LENSAPENA – Awal september 2019 menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi perjalanan komunitas perupa “Artodog” dalam kiprahnya menggelorakan semangat berkesenian di tanah Banten. Kelompok seniman yang konsisten meniti waktu di jalan sunyi seni rupa ini, kembali saling berkisah tentang pelbagai peristiwa yang tersirat dalam bahasa simbolik sebagai goresan warna dan bentuk yang dituangkan di atas media kanvas.

Aksi momentum ini di tandai dengan menggelar pameran bersama yang rencananya akan di seleng­garakan pada tanggal 3-9 September 2019, bertempat di Balai Budaya, Jakarta.

Dua puluh karya lukisan dari masing-masing perupa akan menghiasi tiap sudut ruangan dalam gedung yang terletak di Jalan Gereja Theresia 47 Menteng, Jakarta Pusat tersebut.

“muKAMUka” merupakan tema pilihan yang diusung oleh Yayat Lesmana dan kawan-kawan. Yang secara tematik, “muKaMUka” merupakan akumulasi dari perjalanan empirik para pelaku dalam menyikapi segala aspek persoalan sebagaimana relitas yang nampak ditengah keseharian.

Dalam konteks lain, muKAMUka bisa di katakkan sebagai representasi sikap individu yang menawarkan ruang baru bagi pemikiran pemikiran mainstream yang kerap menghadirkan kontradikitif, setidaknya dengan membaca bermacam perbedaan persepsi dari persoalan dipelbagai sektor kehidupan yang berkembang ditengah masyarakat. Yang dalam kacamata para pelukis banten ini, perbedaan naratif itu kian mengaburkan dan sebaliknya menghadirkan situasi ambigu bagi kalangan awam manakala dihadapakan dengan realita sesungguhmya. Inilah yang kemudian mendasari pemikiran para perupa Artodog melakukan tafsir bersama dalam aksi kali ini.

”Konsep dasar dari pameran bersama kali ini lebih menekankan kepada kesadaran ontologis dengan mengamati fakta kekinian, meski dalam bingkai kesederahanaan, penyampaian gagasan yang lugas dan tetap berlandaskan pada objektivitas. Dengan harapan dapat melahirkan “suasana baru” yang berdampak positif bagi dunia senirupa Indonesia,” jelas Yayat koordinator pameran komunitas perupa “Artodog”.

Ia menambahkan, di sisi lain, gagasan yang dibangun dari pengalaman empirik ini, juga bagian dari usaha untuk membangun konektivitas antar sesama pekerja seni dengan menunjukkan konsistensi untuk menjaga nilai-nilai estetika di tengah kebutuhan pasar yang kian menuntut kebaruan, tanpa harus mengenyampingkan aspek orisinalitas dari bentuk senirupa itu sendiri.

Setiap lukisan yang ditampilkan memiliki gaya yang khas dari tiap pelukis. Ragam warna dan bentuk yang disajikan memiliki kompleksitas makna, menjadi satu konsep besar untuk menemani kita mengeja kata demi kata dari rangkaian bahasa visual yang di sampaikan.

”Selain mengundang para tokoh senirupa, dalam acara ini akan hadir Sony Lin, seorang pemerhati senirupa indonesia yang sekaligus akan membuka acara pada malam pembukaan nanti, “ pungkas Yayat.

Untuk diketahui pameran komunitas perupa “Artodog” dengan penanggung jawab Rb Ali dan dikoordinatori oleh Yayat Lesmanna akan menampilkan karya perupa Abdi Sadrax, Ade Pasker, Arie Siswana, Bayu Aji, Dhani Soegara, Dwi Samuji, Soni Satria, Rey Rahma, Soni Satria, Tomo, Tiko Betus, Rohadi Cumix, Yudi Noviansyah.

Gito Waluyo

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE