oleh

1 dari 3 Pemunuh Gadis Baduy Masih di Bawah Umur

LENSAPENA – Satu diantara tiga pelaku pembunuh dan pemerkosa SW (13), gadis Baduy Luar di Kampung Kadu Heulang, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Lewidamar, Kabupaten, Jumat 30 September 2019 lalu, adalah anak di bawah umur. Yaitu Ripa’i (16) yang bestatus sebagai pelajar salah satu sekolah di daerah tersebut. Dua pelaku lainnya adalah Apung (19), dan Furkon (19).

Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto menjelaskan, berdasarkan keterangan dari Arsad (16) sebagai saksi sekaligus kaka kandung korban, awalnya SW dan Arsad berada di saung dekat ladang menunggu kedua orang tuanya yang sedang berkebun. Namun ketika pukul 11:00 WIB, SW ditinggal sendiri di saung. Karena sang kaka pergi untuk berburu burung.

Namun ketika Arsad kembali ke saung, terkejut bukan kepalang, karena melihat kondisi SW sudah tidak bernyawa, dan bersimbah darah disekujur tubuh korban.

“Terdapat luka di bagian kepala dan muka SW, bahu kanan sobek, lalu tangan sebelah kanan korban terputus,” ucap AKBP Deni Arianto Kepada Wartawan, Jum’at 6 September 2019.

Melihat kondisi adiknya sudah meninggal, lanjut kapolres, Arsad bergegas mencari pertolongan dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Lebak.

Hanya berselang beberapa hari, Tim Resmob Polda Banten dan Reskrim Polres Lebak berhasil menangkap para pelaku. Mereka ditangkap dirumahnya masing-masing tanpa ada perlawanan.

Sementara itu, Kanit Tipidkor Polres Lebak, Ipda Putu Ari Sanjaya Putra, selaku penyidik kasus ini menambahkan, Apung merupkan otak dari tindakan pemerkosaan dan pembunuhan tersebut, dengan modus menawarkan Handphone kepada korban. Setelah Apung mengetahui kalau korban sedang sendirian, pelaku memaksa korban untuk bersetubuh.

“Apung dibantu oleh Rifai yang berperan membekap mulut korban, sedangkan furkon memegang kaki korban. Namun karena SW berteriak, Apung melakukan pembacokan di bagian muka korban berkali-kali. Tetapi SW berusaha untuk menangkis, maka bacokan tersebut mengenai tangan, sehingga tangan kanan korban hampir putus, ” bebernya.

Karena korban terus berusaha memberontak, dengan berteriak meminta tolong, pelaku dengan sadia menggorok leher Sawu, hingga korban tidak sanggup lagi berteriak dan menghembuskan nafas terakhir.

“Korban masih teriak, maka pelaku langsung menghabisi SW menggunakan golok yang ada di lokasi, yang merupakan milik korban. Setelah meninggal mayat korban diseret ke dalam saung,” tambahnya.

Selain Apung, Rifai dan Furkon juga terbukti melakukan pemerkosaan terhadap SW.

“Rifai yang membekap mulut korban juga ikut melakukan pemerkosaan dan mengeluarkan sperma di amben, lalu Furkon juga melakukan pemerkosaan dan mengrluarkan spermanya di alat vital korban,” tandasnya.

MS/Widi

Banner IDwebhost

Komentar

NEWS UPDATE