oleh

Desa Ketapang Mauk Bakal Jadi Kawasan Wisata Bahari

LENSAPENA – Pemerintah Kabupaten Tangerang akan menjadikan Desa Ketapang, Kecamatan Mauk yang berada di Pesisir Utara Kabupaten Tangerang sebagai kawasan Wisata Bahari, dan Wisata Mangrove. Nantinya, kawasan ini akan direhabilitasi dan revitalisasi, serta ditata dengan baik.

Hal ini disampaikan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, saat meninjau dan mengecek pembangunan kawasan pesisir pantai, di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu. Zaki juga mengatakan bahwa penataan kawasan pantai ini konsentrasi penuntasannya hingga Desember 2020 mendatang.

“Ini merupakan salah satu dari RPJMD Kabupaten Tangerang yang tertuang dalam program Gerakan Pembangunan Masyarakat Pantai (Gerbang Mapan-red) dan Gerakan bersama Rakyat Atasi Pemukiman Kumuh dan Miskin (Gebrak Pakumis-red) untuk pemanfaatan dan juga pemberdayaan masyarakat pesisir pantai. Bukan saja bedah rumah atau bedah lingkungannya saja, tapi juga perekonomian serta potensi-potensi daerah yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk meningkatkan taraf hidup mereka,” ungkap Zaki.

Pun demikian, menurut, pembangunan serta semua pemberdayaannya diserahkan kepada masyarakat. Jadi Kepala Desa, BPD, BUMDesnya semua, harus bekerja bersama-sama dengan masyarakat.

“Poin paling penting adalah masyarakat sekitar harus merasakan manfaat dari perubahan wilayah ini,” katanya.

Saat ini, lanjut Zaki, tak jauh dari lokasi tersebut, pembangunan Puskesmas Mauk dan Pasar Induk Mauk sudah jadi. Jalan Lingkar Utara Provinsi juga sudah mulai dibetonisasi dan dilebarkan.

“Itu nanti akan menjadi sarana prasarana penunjang kawasan wisata ini,” tandasnya.

Plt. Kadis Perikanan Kabupaten Tangerang Aziz Gunawan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Bupati Tangerang, pihaknya dipercaya sebagai penerima program unggulan Gerbang Mapan dan menjadi tempat Ekowisata Mangrove Kawasan Ketapang. Amanah tersebut akan dijaga dengan melengkapi koleksi mangrove dari 9 jenis menjadi 19 jenis pada akhir 2020.

“Kawasan ini juga akan kami jadikan Kawasan percontohan Wanamina (silvofisheris) sehingga masyarakat dapat melihat bahwa mangrove dapat sinergis dengan budidaya ikan,” ujarnya.

Aditya

Komentar

News Feed