oleh

Kemarau Panjang, Pemkab Tangerang Kirim Air Bersih ke Warga

LENSAPENA – Kemarau panjang di wilayah Kabupaten Tangerang belum usai. Akibatnya, beberapa wilayah di daerah tersebut mengalami krisis air bersih. Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satunya adalah dengan mengirimkan bantuan air bersih secara langsung kepada masyarakat.

Dalam pengiriman air bersih ini, Pemkab Tangerang, yaitu Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pemakaman (Perkim) serta Badan Penangulangan Bencana daerah (BPBD) bekerjasama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja (TKR).

Direktur Utama PDAM, Rusdy Machmud, menjelaskan, sesuai dengan kesepakatan, pengiriman bantuan air bersih dilakukan berdasarkan zonasi. Pembagian zonasi bantuan air bersih ini untuk memudahkan pemetaan wilayah, agar bisa melayani seluruh wilayah yang terkena dampak kekeringan. Ada yang dari PDAM sendiri, ada yang dari BPBD, dan Dinas Perkim.

“Dalam pengirimannya ini kami menggunakan 6 mobil tangki yang dimiliki oleh PDAM TKR, yaitu mulai dari jam 9 pagi hingga pukul 21 malam setiap harinya,” ungkap Rusdy, Senin 16 September 2019.

Ia juga mengungkapkan, sejak Juli hingga 14 September 2019, PDAM TKR telah melakukan pengiriman ke beberapa wilayah kecamatan. Diantaranya: Kecamatan seperti Gunung Kaler 15 titik 39 ritasi, Kronjo 57 titik 99 ritasi, Tigaraksa 40 titik 80 ritasi, Balaraja 3 titik 8 ritasi, Kemiri 5 titik 7 ritasi, Mekar Baru 1 titik 1 ritasi, Teluknaga 1 titik 1 ritasi, Legok 17 titik 35 ritasi, Mauk 11 titik 15 ritasi, dan Kresek 41 titik 72 ritasi. Dari jumlah tersebut, jika ditotal, supply air bersih oleh PDAM TKR ke masyarakat sebanyak 308 mobil tangki, atau setara dengan 1.540.000 liter atau 1.540 m³.

Permintaan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan ini ada yang melalui telepon, surat, maupun WhatsApp ke PDAM dan dinas terkait.

“Kita akan bantu dan layani bersama-sama baik PDAM, Perkim dan BPBD, sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Yang jadi prinsip bagi kami, kapan pun dan wilayah manapun sepanjang masyarakat Kabupaten Tangerang membutuhkan air bersih akan kami bantu dan akan diatur pengiriman armadanya. Karena PDAM TKR selalu siap dan tidak pernah berhenti memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat meskipun di tengah keterbatasan armada mobil tanki,” paparnya.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, menjelaskan, penangulangan bencana kekeringan ini dilakukan secara terstruktur sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) organisasi perangkat daerah dan perusahaan daerah. Bantuan air bersih diberikan kepada masyarakat yang terkena dampak kekeringan, dilakukan oleh PDAM TKR, Dinas Perkim, BPBD Kabupaten Tangerang.

Sedangkan area persawahan sendiri, kata Zaki, ditangani langsung oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan memberikan bantuan mesin pompa air dan sumur pantek.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tangerang Abdul Munir, menambahkan banyak masyarakat yang mengirimkan surat permohonan bantuan air bersih, baik melalui PDAM TKR, Dinas Perkim maupun BPBD.

“Dua bulan terakhi dari Bulan Juli, Agustus dan pertengahna September ini Pemkab Tangerang telah membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih. PDAM TKR, Dinas Perkim dan BPBD silih berganti melayani masyarakat bantaun air bersih yang terkena dampak akibat musim kemarau ini,” tandasnya.

Widi. H

Komentar

News Feed