oleh

Razia Dishub, KIR Habis: Tidak Signifikan Menambah PAD

Banner IDwebhost

LENSAPENA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang mencatat, dalam 1 bulan bisa menindak rata-ratq 350 pelanggar. Para pelanggar ini umumnya kendaraan angkutan barang dan angkutan orang. Namun demikian, dari jumlah tersebut tidak berpengaruh seratus persen terhadap penambahan PAD, terutama bagi pelanggar yang buku KIR-nya sudah habis dan mati pajak.

Kenapa tidak semua pelanggar yang mati pajak dan buku KIR-nya sudah habis berpotensi pada penambahan PAD Kabupaten Tangerang, kata PPNS LLAJ yang juga sebagai Kasi Rekayasa Lalulintas pada Dishub Kabupaten Tangerang, Deny Wiradana, karena, tidak semua kendaraan bersomisili di wilayah Kabupaten Tangerang. Sehingga, jika diarahkan untuk memperpanjang buku KIR atau pajak kendaraan, semua masuk ke daerah asal kendaraan.

“Penertiban juga terkendala (soal PAD-red). Contoh masalah KIR, banyak yang bukan wilayah Kabupaten Tangerang. Tetap kita tilang, tapi juga kita arahkan untuk memperpanjang buku KIR. Tapi karena kendaraan bukan wilayah Kabupaten Tangerang, PAD dari buku KIR ini masuk ke daerah asal kendaraan,” kata Deny Wiradan saat menggelar razia gabungan di Jalan Raya Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Rabu 4 September 2019.

Dany juga mengatakan, selain untuk mendongkrak PAD dari sektor pajak kendaraan dan buku KIR, razia ini bertujuan untuk meningkatkan ketaatan para pengemudi angkutan barang dan orang, serta menekam angka kecelakaan di jalan raya, kegiatan razia ini bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yaitu dari perpanjangan buku KIR dan pajak kendaraan.

Sementara, Koordinator Lapangan dalam razia gabungan tersebut, Almiyatun, menjelaskan bahwa dalam 1 bulan pihaknya 10 kali melakukan razia. “Satu bulan sepuluh kali razia. Lokasinya di beberapa titik,” ujar Almiyatun.

Dikatakan Almiyatun, dalam razia kali ini menerjunkan 71 personil gabungan yang terdiri dari 60 orang dari Dishub, 2 orang dari TNI, 6 orang dari Kepolisian dan 3 orang dari Satpol PP.

“Hari ini ada 48 pelanggar yang kita tilang. Tapi kalau secara akumulasi dalam satu bulan rata-rata 350 pelanggar,” tandasnya.

Widi

Komentar

News Update