oleh

Awas, Kelompok Anarko Tunggangi Aksi Mahasiswa Jelang Pelantikan Presiden!

LENSAPENA – Beredar simbul lingkaran dengan huruf A di beberapa tempat di wilayah Jakarta Barat. Simbul huruf A dalam lingkaran ini, disebut-sebut sebagai kelompok Anarko, yang akan menyusup dalam aksi menjelang Pelantikan Presiden 20 Oktber 2019 mendatang.

Menurut salah seorang yang tidak mau disebutkan namanya, kelompok Anarko tersebut bakal menyusup untuk memprovokasi massa agar aksi berakhir anarkis. Kelompok Anarko tersebut, memulai provokasi dari media sosial hingga di lapangan langsung.

“Mereka melakukan aksi anarkisme setelah di atas pukul 18.00 WIB, setelah massa mulai membubarkan diri. Tujuan akhirnya adalah menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Nanti para mahasiswa akan turun ke jalan pada 14 Oktober mendatang,” terang dia, Kamis 10 Oktober 2019.

Baca juga: Otak Pelaku Perampokan Truk di Tol Tangerang-Merak Diringkus Polisi

Ia juga mengungkapkan, aksi unjuk rasa pada 14 Oktober 2019 nanti, mahasiswa akan turun ke jalan. Pada saat itulah kelompok paham Anarko ini akan menyusup dan membuat kegaduhan.

Menurutnya, dugaan kuat akan melakukan aksi rusuh, kelompok ini telah menandai beberapa titik lokasi di sekitar kampus Trisakti. Terlihat jelas di beberapa tembok adanya cat atau tulisan bergambar simbol Anarko. Tak hanya itu, tampak terlihat jelas spanduk berbau provokatif terpapang di sekitar lokasi maupun jembatan penyeberangan.

“Seperti diketahui pada pemberitaan media di detik news dengan judul Mahasiswa Trisakti Cs beri Deadline Jokowi soal Perppu KPK; maksimal 14/10 pada alinea ke empat menerangkan bahwa “Kalaupun sampai 14 Oktober tidak ada juga diskusi tersebut dan tidak ada statement dari Presiden, kita pastikan mahasiswa akan turun kejalan dan lebih besar lagi,” mbuhnya.

Baca juga: Penusukan Menkopolhukam Menuai Kecaman Sejumlah Tokoh

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu saat dialog di salah satu TV swasta dengan tema Perppu KPK Buah Simalakama Presiden, menerangkan dalam wawancara, jika Perppu KPK ditolak oleh DPR kemudian ada aksi massa yang turun ke jalan melakukan demonstrasi untuk mendorong Perppu lagi, dirinya mengatakan adanya sebuah pola untuk menciptakan kegaduhan secara sistematis.

Baca juga: Seni Kuda Lumping Tetap ‘Sumringah’ di Era Millenial

Rakyat Indonesia sangat menyayangkan demo mahasiswa yang konstruktif itu dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan di luar penundaan RUU. Demo mahasiswa berubah menjadi brutal karena ditunggangi oleh perusuh yang bertindak anarki agar timbul korban.

“Demonstrasi yang brutal yang saya kira demonstrasi karena dilakukan oleh perusuh. Melawan petugas, melempar batu, meluncurkan kembang api, panah-panah api itu kepada petugas, bergerak di malam hari, dan berusaha menimbulkan korban,” pungkasnya.

Indra

Banner IDwebhost

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Update